Kamis, 7 Juli 22

Satgas Indonesia Pintar Siap Gerilya Siswa Miskin dan Putus Sekolah

BOGOR – Jangan ada lagi anak putus sekolah karena mahalnya biaya pendidikan. Pesan itu yang disampaikan dengan hadirnya Satgas Indonesia Pintar di Kota Bogor. Jadi, bagi yang belum mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) segera laporkan.

“Satgas Indonesia Pintar akan menerima seluruh pengaduan hal-hal terkait pendidikan. Tugas Satgas tidak hanya menerima pengaduan tapi juga mengadvokasi,” kata Ketum Gerakan Indonesia Pintar Yanti Yulianti dalam sambutannya saat deklarasi Satgas Indonesia Pintar yang diselenggarakan di Kota Bogor, Sabtu (20/8/2016).

Satgas Indonesia Pintar yang dideklarasikan oleh Kemendikbud, Kemensos, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ini nantinya akan mengadvokasi masyarakat. Selain itu, juga akan mengawal penyebaran KIP untuk memastikan sudah tepat sasaran atau belum.

“Nanti kita akan kawal. Bukan hanya siswa yang sudah bersekolah. Namun, bagi anak anak yang putus sekolah dan anak anak yang harusnya sekolah tapi tahun ini tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya juga akan diadvokasi agar mendapat KIP,” tuturnya.

Satgas Indonesia Pintar

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Hamid Muhamad mengatakan, penyebaran KIP sudah berjalan 97 persen.

“Sebanyak 97 persen kartu dibagikan dan disebarkan, kita akan terus turun kebawah dan memonitor dilapangan. Kartu ini sudah di sebarkan, InsyaAllah hingga tanggal 31 Agustus. Maka itu, kita himbau kepada Lurah dan Camat untuk langsung menyalurkan,” ujar Hamid.

Hadir pada acara dekalarasi ini, Dirjen Dikdasmen, Dirjen Jamsos, Dirjen Kursus dan Pelatihan, Walikota Bogor, Kepala Dinas Pendidikan kota Bogor serta Penggiat Pendidikan.

Saat acara deklarasi tersebut juga pensil IM kepada siswa SD, SMP, SMA, SMK, guru dan seluruh tamu undangan yang hadir di acara tersebut. Pembagian pensil sebagai wujud dukungan pada acara ini yang juga merupakan simbol Indonesia Mendidik.

Program ini memfokuskan pendidikan bagi yang tidak mampu baik di sekolah maupun luar sekolah. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Dirjen Dikdasmen, Dirjen Jamsos, dan Walikota Bogor, serta staf khusus Kemendikbud RI bidang Monitoring dan Evaluasi, Apha Amirrachman yang juga menjadi bagian dari Indonesia Mendidik. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait