Kamis, 7 Juli 22

Salim Said: Calon Paling Kaya Berpeluang Pimpin Golkar

Jakarta – Di masa Orde Baru, Golkar tidak pernah menghadapi kendala dalam soal pendanaan. Pada pasca reformasi, hal itu menjadi salah satu soal terbesar bagi Golkar. Pada Munaslub nanti, calon dengan modal paling besar lebih berpeluang terpilih menjadi ketua umum Golkar mendatang.

Penilaian itu diungkapkan Salim Said pada diskusi bertajuk ‘Akhirnya Golkar Bisa Gelar Munaslub’ di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2016).

Menurut Salim Said, peran Presiden Soeharto yang begitu kuat menyokong pendanaan Golkar telah meninggalkan soal bagi Golkar ketika rezim Orde Baru tumbang.

“Begitu reformasi datang, duit dari yayasan (Dana Abadi karya Bakti) tidak bisa digunakan. Mereka harus cari duit sendiri. Mereka enggak punya pengalaman untuk mencari duit sendiri, karena Golkar enggak pernah susah,” kata Salim menelaah masa lalu.

Salim menjelaskan, hal itulah yang kemudian menjadi isu terpenting saat pemilihan ketua umum Golkar pada pasca reformasi. Bahkan Akbar Tanjung, tak berhasil mempertahankan kepemimpinannya ketika harus berhadapan dengan calon bermodal besar pada Munas 2004 lalu.

Padahal, di mata Salim Said, Akbar Tanjung adalah “juru selamat” Golkar di saat-saat genting yang penuh tekanan di masa awal reformasi.

Sebagaimana diketahui, Jusuf Kalla akhirnya menggantikan Akbar Tanjung pada Munas 2004 silam. Jusuf

“Pak Akbar digulingkan oleh orang yang punya duit lebih banyak,” kata Salim Said.

Akbar Tanjung, yang pernah menjadi Ketua Umum Golkar periode 1999-2004, membenarkan penilaian Salim Said. Namun Akbar tak setuju bila dikatakan tanpa sokongan dana itu Golkar tidak bisa berjalan.

“Dulu Yayasan Dana Abadi Karya Bakti yang mendanai. Waktu saya jadi Ketua Umum, itu disetop. Tapi saya bisa survive di tengah berbagai macam tekanan,” katanya.

Jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar mendatang, isu uang cukup dominan. Panitia Pengarah Munaslub bahkan mewajibkan tiap bakal calon ketua umum untuk membayar mahar sebesar Rp 1 Milyar. Akbar dan sejumlah petinggi Golkar lainnya menyatakan tak setuju dengan kewajiban iuran sebesar itu.

Lantas, siapakah bakal calon ketua umum Golkar dengan modal terbesar? Ini daftarnya.

1. Setya Novanto Rp 114,769,292,837 dan USD 49,150
2. Aziz Syamsuddin Rp 58,932,608,283 dan USD 24,999
3. Airlangga Hartarto Rp 46.390.867.653
4. Ade Komarudin Rp20,020,855,660 dan utang Rp 3,580,952,380
5. Priyo Budi Santoso Rp 17,538,162,552 dan USD 77,437
6. Mahyudin Rp 10,613,794,004

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait