Selasa, 5 Juli 22

Saksi Ahli Forensik Jelaskan Gerakan Mencurigakan Jessica di Kafe Olivier

Sidang kasus ‘Sianida Maut’ yang menewaskan Wayan Mirna Salihin kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/8). Sidang hari ini mendengarkan penjelasan Ahli Forensik Polri AKBP Muhammad Nuh soal rekaman CCTV dari kafe Olivier.

Nuh dalam persidangan menjelaskan bahwa betdasarkan bukti dari CCTV, terdakwa Jessica Kumala Wongso memindahkan ‘paper bag’.

Dalam rekaman CCTV yang di perbesar (zoom) menunjukkan, awalnya pada pukul 16.28 detik ke-20 waktu CCTV, terlihat Jessica memindahkan tatakan menu di meja 54, yang sebelumnya ada di ujung depan meja, ke sisi kanan jauhnya.

Kemudian, pada detik ke-40, Jessica memindahkan ‘paper bag’ yang sebelumnya tersusun menumpuk di tengah meja, menjadi bersusun sejajar. Gerakan ini disebut oleh Nuh janggal karena setelah itu terlihat Jessica beberapa mengambil sesuatu dari dalam tas dan meletakkannya ke atas meja yang sudah tertutupi susunan ‘paper bag’ dan tatakan menu.

“Terdakwa terlihat melakukan beberapa kegiatan ketika membuka tas,” ujar Nuh.

Setelah menyusun tas dan tatakan menu sejajar, rekaman CCTV memperlihatkan pada pukul 16.29 detik 50 sampai 16.30 detik 14, Jessica membuka tas, menahannya dengan tangan kiri dan mengambil sesuatu dari dalamnya dengan menggunakan tangan kanan.

Kemudian, dalam rentang waktu itu, dia terlihat beberapa meletakkan sesuatu ke atas meja. Namun tidak bisa diketahui secara jelas kegiatan apa itu karena tertutupi oleh susunan “paper bag” dan tatanan menu.

Lalu, pada 16.30 detik 55 sampai sekitar pukul 16.33 detik 53, terdakwa melakukan beberapa pemindahan lagi, dimulai dengan pemindahan posisi gelas kopi es, yang belum tercampur antara susu dan kopi, ke sisi jauh terdakwa. Selanjutnya ada pertukaran posisi ‘paper bag’, yang awalnya ditaruh dan disusun berjajar di atas meja, ditempatkan ke belakang sofa.

Selama melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, Jessica terlihat melakukan banyak gerakan lain seperti menoleh ke samping kiri, kanan dan depan.

Nuh mengatakan kejanggalan sebenarnya sudah terlihat sejak Jessica pertama kali duduk di meja 54 setelah melakukan pembayaran di kasir (close bill).

Pada pukul 16.22 detik 58 waktu CCTV, Jessica duduk di ujung sofa yang berbentuk setengah lingkaran. Akan tetapi pada pukul 16.23 detik 37 dia menggeser tubuhnya ke samping kanan agak ke dalam, tepat sejajar dengan pohon hias yang ada di depan meja 54 dan posisi CCTV, sehingga pergerakannya agak sulit dideteksi.

Dari posisi ini pulalah dia memindah ‘paper bag’ seperti yang disebutkan sebelumnya.

Dia baru kembali ke posisi awalnya duduk, pinggir sofa, pada pukul 17.03 atau 15 menit sebelum kedatangan korban dan saksi kunci Boon Juwita alias Hani.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait