Selasa, 6 Desember 22

Rudi Harsa Sinyalkan PDIP Kota Bogor Tolak ‘Ditunggangi’ Bima

BOGOR – Didepan ratusan kader partai berlambang banteng moncong putih di Sekretariat DPC, Jalan Ahmad Yani II, No 4, Tanahsareal, Pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Rudi Harsa Tanaya mengatakan, partainya mengharamkan kader indekosan atau figur impor untuk didukung sebagai bakal calon kepala daerah Kota Bogor.

“Akan lebih baik, kader PDI Perjuangan sendiri yang maju sebagai bakal calon walikota (bacawalkot) Bogor di pilkada mendatang. Bukan figur lain,” tandas Rudi Harsa Tanaya, baru-baru ini.
Orasi politik Rudi Harsa Tanaya ini sepertinya merupakan sinyal jawaban, menutup pintu bagi incumbent Bima Arya Sugiarto yang kini menjabat walikota asal PAN dan disebut-sebut bakal mengincar kendaraan PDI Perjuangan untuk kembali maju di Pilkada Kota Bogor 2018 mendatang.
“PDI Perjuangan lahir dari sejarah panjang. Jatuh, bangun, bahkan pernah ditekan di era Orde Baru dan kini bangkit kembali. Karena itu, saya berpesan agar berikan pada yang berhak untuk maju di Pilkada Kota Bogor. Siapa dia? Dia adalah anak sejarah sekaligus pelaku PDI Perjuangan. Bukan yang lain,” tegasnya.
Kembali Rudi mengatakan, sosok yang tepat dimajukan dalam pilkada Kota Bogor nanrti, sebutnya yakni Ketrua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata. Mantan wakil ketua DPRD Jawa Barat ini juga menyampaikan, tidak menutup pintu bergandengan tangan dengan figur partai lain, asal posisi cawalkot berasal dari partainya.
“Bila ada beberapa calon dari PDI Perjuangan, sebaiknya saling berembuk dan memutuskan siapa yang dianggap tepat. Kepada kader PDI Perjuangan yang ingin maju, akan lebih baik jangan mengedepankan ego pribadi, harus lihat rekam jejak, dan investasi yang sudah dilakukan untuk mesin politik. Menurut saya, Ketua DPC PDI Perjuangan  Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata layak didukung,” tandasnya.
Menanggapi orasi politik Rudi Harsa Tanaya, Ketua DPC PDI Perjuangan Dadang Iskandar Danubrata berkomentar dirinya bersedia maju jika diberi amanah.
“Saya siap maju di pilkada Kota Bogor jika dipercaya dan dipilih jajaran pengurus. Namun, bukan berarti PDI Perjuangan tidak membuka diri bagi figur yang ingin mendaftar. Dan, nantinya semua keputusan pihak DPP PDI Perjuangan lah yang menentukan. Dalam mekanisme PDI Perjuangan, bukan berarti seorang ketua yang nantinya akan dipilih. Ada beberapa pertimbangan pihak DPP, yang sebelumnya juga akan diberlakukan survei,” tuntasnya. (eko)
- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait