Selasa, 5 Juli 22

RSUD Ciawi Tolak Pasien BPJS

BOGOR – Layanan medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Kabupaten Bogor dikeluhkan keluarga pasien tidak mampu Mahpudin (25), warga KP Lebak Nangka, Genteng, Bogsel, Kota Bogor. Meski memiliki kartu BPJS kesehatan dengan nomor 0001460427502, namun ternyata hal itu tidak berlaku. Buntutnya, pasien yang menjalani rawat inap usai operasi gangguan usus ini terpaksa harus membayar tagihan senilai Rp6.3 juta.

“Saya mewakil keluarga sudah sampaikan protes kepada pihak rumah sakit di hari ketiga masa kerja yang menyebutkan pasien Mahpudin memiliki BPJS. Tapi, pihak rumah sakit menolak. Dalihnya, pasien sudah terdaftar sebagai layanan umum,” ujar kerabat pasien, Shanda Zubedah mengeluhkan kekecewaannya kepada indeksberita.com, Rabu (4/5/2016).

Penuturannya, protes tersebut sudah disampaikan ke kantor BPJS Kota Bogor di Jalan Ahmad Yani, Senin (2/5/2016). Keterangan yang diperoleh dari Rido, pegawai BPJS di Jalan Ahmad Yani, dirinya harus menemui Nita, petugas BPJS yang ditempatkan di RUSD Ciawi.

“Singkatnya, saya bertemu Nita. Kata Nita petugas BPJS di RSUD Ciawi, kartu BPJS bisa dipergunakan mengingat pihak Mahpudin melaporkan pada hari ketiga masa kerja. Tapi, setelah saat akan membayar dan bertemu Wakil Direktur Adminsitrasi RSUD Ciawi, Nita berubah pendapat dan mengatakan kartu BPJS tidak bisa dipergunakan,” kesalnya.

Khawatir biaya makin membengkak, keluarga pasien Mahpudin pun akhirnya memutuskan segera menyelesaikan administrasi senilai Rp6.3 juta dan keluar dari rumah sakit, kendati kondisi fisik pasien masih lemah.

“Daripada harus membayar makin tinggi, diputuskan keluar dari rumah sakit dan istirahat di rumah saja. Padahal, kondisi Mahpudin masih belum sehat benar,”lanjut Shanda.

Sementara, Wakil Direktur RSUD Ciawi, Elis Wulantari saat dimintai tanggapannya berdalih, Mahpudin sedari awal sudah terdaftar sebagai pasien umum. Jadi, sambungnya, tidak bisa dipindahkan menjadi pasien BPJS meski sudah menunjukan kepemilikan kartu.

“Keluarga pasien sewaktu mendaftar pertama kali menyebutkan sebagai pasien umum. Jadi, tidak bisa beralih ke layanan BPJS,” singkatnya. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait