Selasa, 6 Desember 22

RS PMI Doyan Bohong, Anggota Dewan Kesal

BOGOR – Wakil rakyat DPRD Kota Bogor, Atty Somadikarya meradang. Dia mengecam pelayanan Rumah Sakit PMI yang beralamat di Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Tidak sampai hanya disitu, anggota DPRD Kota Bogor asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Bogor Timur dan Tengah ini langsung mendesak Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Rubaeah untuk memberikan teguran keras kepada RS PMI.

Kemarahan Atty Somadikarya, bukan tanpa alasan. Sebab, sebelumnya, ia menerima pengaduan dari warganya yang menyebutkan tidak ada kamar kelas 3 di RS tersebut. Padahal, saat itu warga diketahui tengah dalam kondisi kritis.

Tidak yakin dengan keterangan petugas medis RS PMI, Atty pun minta kader partainya lakukan pengecekan dan difoto jika ditemui ada kamar yang kosong. Ternyata, keterangan yang disampaikan pihak RS PMI bahwa kamar kelas 3 penuh, tidak benar. Hasil jepretan, diketahui ada ruang kelas 3 yang masih kosong. Atty pun berang karena warga nya diketahui dalam keadaan membutuhkan pertolongan.

“Hak masyarakat mendapat pelayanan RS PMI Kota Bogor semakin terpuruk. Apa mereka (pihak RS PMI) tidak sadar, nyawa masyarakat miskin dipertaruhkan. Kenapa warga tidak mampu dipermainkan dengan kebohongan?,” kesal Atty sebagaimana dikutip indeksberita.com, Sabtu (3/9/2016).

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, sebagai wakil rakyat merasa sangat prihatin dan miris mengetahui kebohongan RS PMI dengan bukti photo.

“Kenapa ruangan yang dikatakan penuh teryata masih ada yang kosong di kelas 3. Tepat pukul 21.00 WIB, kader banteng yang saya perintahkan untuk investigasi ke setiap ruangan mendaptkan hasil kebohongan melalui jepretan foto,” tukasnya.

Atty menegaskan, ia tidak ingin mendengar alasan dan dalih apa pun atas budaya bohong yang dilakukan pihak rumah sakit tersebut. Setelah dia meluapkan kejengkelannya dengan menghubungi kepala Dinkes Kota Bogor, baru pukul 03.00 dinihari, pasien yang tengah sekarat tersebut mendapat pelayanan.

“Saya berharap jangan ada lagi rumah sakit permainkan layanan kesehatan. Apalagi ini untuk warga tidak mampu. Sebab, taruhannya ini nyawa orang,” tuntasnya.

Sementara, Humas RS PMI, Yudha saat akan dikonfirmasi, diketahui sedang tidak berada di tempat. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait