Jumat, 30 September 22

Ridwan Kamil: Jangan Bertindak tanpa Studi dan Jangan Buat Kebijakan tanpa Idiologi

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyampaikan Konsep Ethos Gotong Royong dalam kememimpinan Pembangunan Kota Bandung. Gotong royong sudah diterapkannya sejak perencanaan, dengan mendengarkan gagasan dari masyarakat.

“Jangan pernah meremehkan gagasan publik, libatkan masyarakat dalam membangun. Dengan kerelawanan masyarakat, tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik karena mereka juga melakukan pengawasan yang langsung dilaporkan ke saya,” ujar Ridwan saat memberikan tips kepada para calon kepala daerah di Sekolah Partai PDI Perjuangan di Depok, Sabtu (10/9).

Tips yang lain adalah bagaimana korupsi dikurangi drastis melalui penggunaan teknologi sehingga APBD ada penghematan 1T. Pembangunan smart city disarankan untuk diimplementasikan guna mereformasi birokrasi sehingga pelayanan publik bisa ditingkatkan.

Dalam sesi diskusi, Winarti, cabup Tulangbawang menanyakan inovasi pembangunan apa yang sesuai untuk kabupaten. Ridwan Kamil menjawab tentang pentingnya teori dan ideologi. “Jangan bertindak tanpa teori atau studi, tetapi jangan membuat kebijakan tanpa ideolog,” jawab Ridwan Kamil spontan.

Program inovasi Kota Bandung seperti Ojek Makanan Balita (omaba) yang tugasnya mendatangi balita gizi buruk, kredit mikro tanpa agunan, bebas Ijin untuk Usaha Kecil Menengah dan Koperasi, dan bis sekolah, terbukti sukses sebagai solusi karena didasarkan riset dan diformulasi berdasar nilai-nilai kemanusiaan, religiusitas, musyawarah, keadilan sosial dari Pancasila.

Sementara itu, Cabup Singkil, Dul Mursid, meminta elaborasi pernyataan Ridwan Kamil yang telah menerbitkan 300-an rumah ibadah di Bandung.

“Saya minta rekom dari FKUB untuk menerbitkan ijin, tapi saya juga membuat forum silaturahmi antar umat beragama untuk memberikan bimbingan masyarakat terkait nilai2 Pancasila dan Konstitusi. Hanya dua ormas radikal yang tidak mau masuk forum tersebut,” jawab Ridwan sambil meyakinkan untuk memakai strategi musyawarah yang sekaligus merupakan watak asli orang Indonesia.

Diskusi antara Ridwan Kamil dan calon-calon kepala daerah tadi merupakan bagian dari kegiatan Sekolah Partai PDIP bagi calon-calon kepala daerah yang diusung partai tersebut.

Merujuk pengalaman dan sosok Ridwan Kamil, Kepala Sekolah Partai, Komarudin Watubun mengingatkan bahwa bagi kepala daerah dan politisi PDIP harus berkinerja bagus tetapi sekaligus menjadi penyebar Pancasila dan ajaran Sukarno di masyarakat syukur bisa di luar negeri.

“Kita harus membentengi ideologi anak-anak muda dari ancaman ekstrimisme agama yang makin menjadi-jadi,” kata Komarudin.

Terpisah, Sekretaris Sekolah Partai, Eva Sundari menjelaskan bahwa kurikulum Sekolah Partai selain membahas tentang ideologi dan strategi untuk menang Pilkada, juga memberi inspirasi bagaimana ideologi menjadi solusi-solusi masalah kebangsaan.

“Masalah klasik pembangunan yaitu kebodohan dan kemiskinan, saat ini diperburuk oleh masalah baru yaitu radikalisme dan ekstrimisme,” kata Eva Sundari.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait