Kamis, 30 Juni 22

Ribuan Warga Banjarnegara Mengungsi Akibat Rumah Mereka Rusak Berat Diguncang Gempa

Pasca gempa bumi berkekuatan 4,4 Skala Richter yang mengguncang wilayah Banjarnegara, Rabu (18/4/2018) sekitar pukul 13.28, ribuan warga Banjarnegara mengungsi lantaran tempat tinggal mereka luluh lantak dan mengalami kerusakan parah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa berdasarkan data sementara BNPB, jumlah pengungsi mencapai 526 Kepala Keluarga atau sekitar 2.104 jiwa. Mereka tersebar di tiga lokasi dalam empat desa yang disiapkan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng dan Banjarnegara.

“Jumlah pengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian di empat desa di Kecamatan Kalibening yaitu di Desa Kasinoman, Desa Kertosari, Desa Plorengan dan Desa Sidakangen,” ungkap Sutopo melalui pesan tertulisnya, Rabu (18/4/2018).

Menurut Sutopo, gempa bumi yang berpusat di darat pada kedalaman empat kilometer pada jarak 52 kilometer utara Kebumen tersebut dirasa cukup parah sehingga menyebabkan dua orang meninggal dunia, 21 orang luka dan 316 rumah rusak.

Dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut adalah Asep (13) siswa kelas 5 SD warga Desa Kasinoman dan Ny. Kasri (80) warga Dusun Bakalan Desa Kasinoman. Sedangkan, sebanyak 21 orang luka-luka kini masih dirawat di puskesmas dan di rumah sakit daerah.

Menurut Sutopo, untuk sementara yang yang telah terdata, kerusakan rumah rusak di Desa Kasinoman 217 unit , Desa Kertosari sebanyak 62 unit rumah dan Desa Plorengan 37 unit rumah.

Sedangkan bangunan umum yang rusak ,lanjut Sutopo, adalah sebuah Masjid di Desa Plorengan , satu unit Masjid di Desa Kertosari , Masjid di Desa Kasinoman satu unit serta sebuah Mushola di Desa Kasinoman. Gempa juga mengakibatkan gedung SMKN 2 Kalibening rusak cukup parah.

“Diperkirakan jumlah rusak bertambah mengingat belum semua rumah rusak didata, baik rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Pendataan masih dilakukan oleh petugas gabungan,” pungkas Sutopo

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Jateng, Sarwa Pramana menuturkan bahwa pihaknya sudah menurunkan Tim ke lapangan untuk menangani warga yang mengungsi termasuk mempersiapkan dapur umum.

“Tiga titik dapur umum sudah siapkan malam ini. Dari BPBD Prov Jateng juga sudah turun, petugas kami sudah di lapangan,” ujarnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait