Kamis, 30 Juni 22

Revisi POD Blok Masela Tak Jelas, Inpex Akan Kurangi 40% Personil

Jakarta – Inpex Corporation Indonesia sejak awal September 2015 lalu telah mengajukan persetujuan terkait revisi Plan of Development (POD) Blok Masela.Namun, hingga aaat ini, pemerintah masih belum.memutuskan hal tersebut. Akibatnya, Inpex memutuskan akan melakukan pengurangan (downsizing) personil operasional untuk proyek itu.

Rencana Inpex seperti itu disampaikan Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi kepada pers di Jakarta, Rabu (16/3/2016).

“Downsizing tersebut direncanakan hingga menjadi 40 % dari total personil di Indonesia,” ungkap Amien.

Terkait adanya rencana itu, Amien mengatakan, SKK Migas mengkhawatirkan hal ini akan dapat menimbulkan lay off (PHK).

Lebih lanjut kata Amien, pihaknya juga telah menerima informasi serupa dari Shell Indonesia. CEO Shell telah meminta para insinyur Shell di Belanda, Kuala Lumpur, dan Jakarta yang semula bekerja untuk proyek Masela, agar segera mulai mencari pekerjaan baru di internal Shell Global.

“Total personil Inpex Indonesia untuk Masela ada 350-400 orang. Jika dilakukan Downsizing 40% ada sekitar 90-100 orang. Untuk engineer Shell untuk Masela di Jakarta ada 9 orang, Kuala Lumpur 9 orang, dan Belanda ada 25 orang,” ungkap Amien.

Kendati demikian, Amien menyampaikan, sebenarnya Inpex Indonesia masih mengharapkan agar pemerintah segera mengambil keputusan tentang POD tersebut.

Namun, jika nantinya diberikan dan hal tersebut sesuai rekomendasi SKK migas terkait pengembangan Blok Masela melalui Offshore (FLNG), maka, jadwal Final Investmen Decision (FID) dipastikan akan mundur.

“Proyek Masela yang bernilai investasi lebih dari 14 miliar dollar AS akan mundur kurang lebih 2 tahun yaitu ke akhir tahun 2020,” tandasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait