Selasa, 5 Juli 22

Resmi Dibuka, Pekan Gawai Dayak 2018 Sampaikan Salam Ramadhan Untuk Umat Islam

Pekan Gawai Dayak 2018 resmi dibuka. Ribuan orang tampak memadati Rumah Radakng di Jalan Sultan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (20/5/2018) untuk melaksanakan even tahunan suku Dayak di Kalimantan Barat tersebut.

Pekan Gawai Dayak tahun ini merupakan Pekan Dawai Dayak ke XXXIII. Berbagai even perlombaan dan pameran kerajinan khas Dayak akan dipertontonkan selama even Gawai digelar. Namun tak seperti tahun-tahun sebelumnya yang digelar selama sepekan penuh, untuk Pekan Gawai kali ini dilaksanakan hanya dalam waktu lima hari atau dimulai sejak 20 Mei 2018 dan ditutup 24 Mei 2018.

Presiden Majelis Adat Dayak Cornelis dalam sambutanya saat membuka event tersebet beralasan, diperpendeknya waktu Pekan Gawai Dayak tahun 2018 karena bersamaan dengan Bulan Suci Ramadhan.

“Salah satu pertimbanganya adalah menghormati bulan Ramadhan. Saya ucapkan selamat Gawai dan bagi yang puasa Ramadan selamat ibadah puasa sampai hari kemenangan,” ujar Cornelis.

Cornelis berharap, melalui Pekan Gawai Dayak tersebut, masyarakat Dayak terutama di Kalimantan Barat dapat menunjukan eksistensinya sebagai bagian dari suku bangsa yang ada di Indonesia.

Selain itu, Cornelis juga menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan Pekan Gawai Dayak adalah sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan Sumber Daya Manusia secara mental dan spiritual agar mampu bersaing dengan yang lain.

Untuk PGD yang memgambil tema “Seni Budaya Dayak Sebagai Perekat Hidup Berdampingan yang Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Pancasila dalam Bingkai NKRI di Kalimantan Barat” kali ini, perlombaan masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya seperti pemilihan Bujang dan Dara Gawai Dayak, pameran dan kesenian dan hasil kerajinan, perlombaan-perlombaan, pawai dan perlombaan adat lainya.

Namun panitia menghilangkan Perlombaan Tangkap/Menangkap Babi. Ketua Panitia PGD, Andreas Lani menuturkan hal itu karena panitia menghormati umat islam
yang terlibat baik sebagai peserta maupun kepanitiaan dalam Pekan Gawai tersebut.

“Kita bertoleransi kepada saudara kami Panitia PGD yang beragama islam, karena tidak semua panitia dan peserta beragama Kristen dan Katolik,” papar Andreas , Minggu (20/5/2018).

Diperkirakan sedikitnya 15.000 orang akan hadir dan meramaikan Pekan Gawai Dayak 2018 ini. Mereka terdiri dari Dewan Adat Dayak (DAD) dari berbagai Kabupaten di Kalimantan Barat dan DAD lain di Kalimantan. Seperti juga tahun-tahun sebelumnya, even ini diperkirakan bakal menyedot wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang ke Pontianak.

Pekan Gawai Dayak sendiri merupakan sebuah event tahunan yang paling ditunggu-tunggu baik oleh masyarakat Dayak maupun masyarakat umum. Karena perayaan ini bukan hanya sebagai sebuah sarana mempererat hubungan antar suku Dayak tetapi juga sebagai sarana hiburan bagi masyarakat umum dan sebagai upaya untuk tetap melestarikan budaya leluhur

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait