Jumat, 30 September 22

Reklamasi Teluk Benoa, Ketua Umum SEKBER: Presiden harus Berani Cabut Pepres No. 51 Tahun 2014

Ketua Umum Sekretariat Bersama Rakyat (SEKBER), Mixil Mina Munir mengatakan perjuangan Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) Teluk Benoa tidak boleh padam. Menurutnya, Bali merupakan salah satu destinasi wisata alam dan budaya terbaik dunia yang mampu menjaga seni dan spiritualitasnya.

“Jika reklamasi dilakukan, maka Bali bukan lagi wisata alam dan budaya, tetapi menjadi tempat wisata biasa,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela acara “Panjang Umur Perlawanan! Tolak Reklamasi Teluk Benoa” di kawasan Kemang, Jakarta, Kamis (15/9).

Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menambahkan, perjuangan menolak reklamasi memerlukan stamina yang panjang. Karena, menurutnya, perjuangan ini menghadapi investor lokal dan perusahaan transnasional.

“Reklamasi Teluk Benoa merupakan ancaman bagi pariwisata Bali, jika ini pariwisata Bali akan mengalami kebangkrutan pariwisata,” katanya.

Selain itu, lanjut Mixil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mengetahui bahwa kondisi alam Bali akan rusak jika proyek reklamasi diteruskan, apalagi hal tersebut tidak sesuai dengan ide besar Nawacita Jokowi.

“Karena itu kami meminta Presiden Jokowi berani mencabut Perpres No. 51 tahun 2014,” tandas Wakil Sekjen GP Ansor tersebut.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait