Rabu, 6 Juli 22

Registrasi Ulang Nomor Telepon Seluler, Lebih Dari 34 Juta Nomor Prabayar Yang Diblokir Operator

Sedikitnya 34,2 juta nomor prabayar yang diblokir selama berlangsungnya kewajiban registrasi ulang nomor telepon seluler dari Pemerintah. Nomor yang diblokir tersebut berasal dari tiga operator seluler terbesar di Indonesia, yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata.

Pemblokiran tersebut dilakukan usai pelanggan lama tidak melakukan registrasi yang harus divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK). Program registrasi ini diberlakukan sejak 31 Oktober 2017 dan berakhir 28 Februari 2018.

Dari jumlah nomor prabayar tersebut masing-masing dari Telkomsel sedikitnya ada 13 juta nomor yang tersisih, 11,6 juta nomor di Indosat, serta 9,6 juta nomor di XL. Sementara untuk nomor yang diblokir di operator lainnya seperti Hutchison Tri, Smartfren, dan Net1 belum diketahui.

Diperolehnya data tersebut seusai Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI dan pihak dari Telkomsel,Indosat dan XL. Rapat itu digelar untuk menelusuri dugaan kebocoran data di masa registrasi prabayar.

Adapun pemblokiran tersebut sifatnya bertahap. Menurut Rudiantara , melewati 28 Februari kemarin pelanggan yang belum mendaftar tak bisa lagi mengirim SMS atau melakukan panggilan telepon keluar.

“Meski demikian, pelanggan tersebut masih bisa melakukan registrasi ke nomor 4444 karena nomor tersebut masih bisa digunakan,” ujar Menkominfo , Senin (19/3/218).

Rudiantara telah memperkirakan angka pengguna seluler prabayar di Indonesia akan menyusut dengan kebijakan yang ia keluarkan. Namun, jumlah pastinya baru akan diketahui ketika periode registrasi berakhir pada 1 Mei 2018 nanti.

“Pada 1 Mei nanti kita akan rekonsiliasi data dengan operator. Pertengahan bulannya kita akan sudah punya data yang lengkap ,” paparnya.

Untuk diketahui, data Kemenkominfo hingga 13 Maret 2018 menunjukkan jumlah nomor seluler prabayar yang sudah teregistrasi di seluruh operator seluler mencapai 304.859.766.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait