Kamis, 6 Oktober 22

Ray Rangkuti: ada tiga alasan mengapa kabinet perlu segera dirombak

Jakarta – Rendahnya kinerja sejumlah menteri serta kecenderungan arah beberapa partai politik akhir-akhir ini membuat isu kocok ulang kabinet jilid dua makin menguat.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa Presiden Joko Widodo perlu segera melakukan reshuffle Kabinet Kerja dalam waktu dekat. Demikian kata pengamat politik, Ray Rangkuti, ketika dihubungi lewat telepon pada Minggu (17/1/2016).

Menurut Ray, perombakan kabinet bisa menjadi sarana konsolidasi politik oleh Jokowi untuk memperkuat pemerintahannya. “Terlebih ketika Partai Amanat Nasional sudah merapat ke pemerintah. Bagi PAN, ini tentu bukan makan siang gratis,” ujarnya.

Alasan kedua, menurutnya, proses politik itu bisa memperkuat optimisme publik. Meski belum terlalu signifikan, tapi dampak perombakan kabinet jilid pertama sudah terlihat dan dirasakan publik.

Alasan terakhir yang menurutnya jauh lebih penting adalah terkait implementasi visi pemerintahan Presiden Jokowi, khususnya yang terumuskan di dalam Program Nawa Cita.

“Dengan komposisi sekarang, kita sulit menemukan menteri mana yang betul-betul menjalankan program tersebut. Sekarang kita baru menangkap gambarnya dalam kata-kata, belum dalam kerja nyata”, tambahnya.

Presiden Jokowi sendiri sebetulnya telah seringkali mengingatkan para menterinya tentang pentingnya program Nawa Cita itu. Oleh karena itu, Ray menilai kalau berdasarkan ukuran kinerja dan pertimbangan politik, dari 34 pos kementerian saat ini beberapa diantaranya sudah layak diganti, atau setidaknya dievaluasi.

“Menteri BUMN jelas harus diganti,” tegas Ray. “Ini bukan soal suka tak suka. Tapi fakta menunjukkan Rini Soemarno sejauh ini telah gagal membuat BUMN menjadi ‘backbone’  yang kuat menunjang perekonomian Negara,” ujarnya.

Selain BUMN, terdapat sejumlah menteri yang menurut Ray harus dievaluasi, termasuk diantaranya Menteri ESDM dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait