Rabu, 29 Juni 22

Ratusan Buruh PT MK Tidak Terima THR

BOGOR – Sebanyak 452 buruh PT Muara Krakatau di Jalan Raya Tajur No 22, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor dipastikan tidak akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Buruknya nasib yang dialami pekerja atas kewenang-wenangan pengusaha tersebut sudah dialami selama setahun terakhir ini.

“Para pekerja PT MK sudah mengadukan kasus ini. Ratusan buruh PT MK pada Lebaran tahun ini hampir dipastikan tidak akan mendapat THR,” tukas  Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN), Iwan Kusmawan, SH kepada indekseberita.com, Kamis (16/6/2016).

Pihak SPN mengaku merasa prihatin. Sebab, kasus yang menimpa para buruh PT MK sudah hampir 1 tahun tidak ada solusi, setelah ratusan buruh dirumahkan secara sepihak tanpa diberikan hak atas cuti hingga pesangon.

“Selain itu, buruh PT MK selama ini tidak bisa mendapatkan hak-hak normatif buruh yang belum dibayarkan. Dimana terjadi indikasi kuat penggelapan dana iuran Jamasostek yang sekarang berganti nama BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan untuk besarnya dana penggelapan para buruh masih terus dihitung karena jumlah orang yang didaftarkan selalu berubah,” imbuhnya.

Terkait kasus pekerja PT MK, lanjut Iwan, semestinya Walikota Bogor dan Komisi D DPRD Kota Bogor melakukan penanganan langsung dan tidak melalui Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kota Bogor untuk menyelesaikannya. Terbukti, setelah ditangani Disnakersostrans Kota Bogor para buruh perusahaan garmen tersebut tidak pernah dibela.

“Jangan serahkan sama bawahan atau dinas terkait, karena masalah ini sangat serius berdampak kepada hak pekerja serta nasib keluarganya. Jangan berpikir sempit. Karena, pabrik ini hampir setiap tahun selalu bikin masalah tapi bentuk penyelesaiannya tidak jelas. Seharusnya, walikota maupun DPRD Kota Bogor memberikan empati terhadap para pekerja. Panggil paksa pengusaha untuk  bertanggung jawab dan membayar hak pekerja!,” tandasnya.

Masih menurut Ketum SPN, selama ini pekerja selalu dikebiri haknya. Padahal, PT MK diketahuinya memiliki dua pabrik di Sukabumi.

“Pabrik ini mengerjakan merek terkenal. Jangan berpikir tidak akan ada dampak padsa dua pabrik di Sukabumi. Saya sendiri sudah pernah sampaikan ke Walikota Bima Arya agar kasus ini diselesaikan sebelum puasa atau Lebaran. Tapi, sayangnya tidak ada respon yang baik sampai saat ini,” ujarnya semabari mengelus dada.

Sebagai informasi, hasil produksi PT MK dengan merek yang terkenal seperti California, GIV, Jones, Nyco, Guest dan Jc Penny, selama ini diekspor ke pasar internasional seperti Amerika Serikat, Eropa dan Asia. Namun, terhitung 14 Agustus 2015, perusahaan tersebut merumahkan pekerjanya secara sepihak tanpa memberikan kompensasi.

Lalu, bagaimana Disnakersostrans Kota Bogor menyikapi nasib ratusan buruh PT MK yang terabai haknya? Sekretaris Dinsnakersostrans Kota Bogor, Samson Purba saat dikonfirmasi hanya berkomentar singkat.

“THR diberikan kepada pekerja yang sedang melakukan pekerjaannya. Sedangkan PT MK, sudah satu tahun tidak operasional. Maka, karyawannya  tidak mendapat THR,” jawab Samson. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait