Jumat, 9 Desember 22

Ratas Lanjutan Tentang Komplek Hambalang dan Renovasi GBK

Setelah beberapa waktu lalu menyambangi Komplek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang untuk memeriksa keadaan aset negara yang terlantar tersebut, sore ini Presiden Joko Widodo mengadakan rapat terbatas untuk mendengarkan laporan mengenai audit teknis kelanjutan proyek tersebut.

Hasil audit yang dipaparkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan apakah pembangunan Komplek P3SON akan dilanjutkan atau tidak.

“Saya ingin mendengarkan laporan hasil audit teknis Komplek Hambalang. Saya persilakan Menteri PU atau yang lain,” ujar Presiden Joko Widodo membuka Rapat Terbatas yang dilaksanakan di Kantor Presiden, Senin, (2/5).

Dalam ratas, Menteri PU dan Perumahan Rakyat dan tim ahli audit teknis memaparkan hasil kajian dari aspek bangunan gedung, aspek geologi dan geo teknik serta dari aspek tata saluran air dan sistem drainasenya. Rekomendasi dari tim ahli adalah proses konstruksi komplek Hambang dapat dilanjutkan dengan persyaratan, yakni: setelah dilakukan evaluasi menyeluruh dan penanganan tata salir, review ulang perhitungan struktur atas dan bawah terhadap seluruh bangunan gedung eksisting, penataan ulang dan dipastikan bangunan baru, baik gedung dan infrastruktur tidak berdiri di atas timbunan.

Terkait hasil kajian tim audit teknis, Presiden menginstruksikan kepada Menteri PU dan Perumahan Rakyat untuk melanjutkan evaluasi dan review menyeluruh terhadap hal-hal yang telah di rekomendasi tim audit teknis terutama terkait daya dukung lingkungan dari aspek geologi dan geo teknik. Presiden memberi waktu pada Kementerian PU dan Perumahan Rakyat untuk menuntaskan evaluasi, review dan redisain komplek Hambalang sampai awal tahun 2017. Penentuan pemanfaatan komplek Hambalang akan dilakukan setelah kajian teknis selesai.

Sebelumnya dalam ratas tanggal 30 Maret 2016, Presiden Joko Widodo menugaskan Menteri PU dan Perumahan Rakyat untuk melakukan audit teknis terkait rencana rekonstruksi dan pemanfaatan komplek Hambalang. Audit teknis diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan struktur bangunan, mengetahui stabilitas tanah serta tata salir komplek Hambalang. Selain audit teknis, Presiden dalam ratas tanggal 30 Maret 2016 juga menginstruksikan dilakukan audit hukum dan audit keuangan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait