Kamis, 7 Juli 22

Punya Banyak Pasukan Khusus, TNI Perlu Terlibat dalam Pemberantasan Terorisme

Keberadaan pasukan khusus dan professional dalam seluruh matra Tentara Nasional Indonesia (TNI), dinilai Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia, Edi Hasibuan, menjadi salah satu alasan utama pentingnya pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme di Indonesia.

“TNI dibutuhkan dalam pemberantasan terorisme di Indonesia,” kata Hasibuan sebagaimana dikutip Antara, Sabtu (23/7/2016).

Oleh karena itu, Ia menyarankan pemerintah untuk mempertimbangkan dan mengatur batasan yang jelas terkait wacana melibatkan TNI tersebut, dengan merevisi UU Nomor 15/2004 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini terdapat dua “kubu” terkait hal ini. Kubu pertama bersandar pada penegakan hukum dan teror dipandang sebagai pelanggaran pidana semata.

Sementara, kubu lainnya memandang pemberantasan terorisme harus melibatkan TNI, karena berpotensi membahayakan kepentingan dan keutuhan negara kesatuan Indonesia.

Menurutnya, pada aspek ini, peran TNI menjadi titik vokal tersendiri karena termaktub dalam UU Nomor 34/2002 tentang TNI.

Kendati demikian, Hasibuan menyatakan keberadaan unsur TNI dalam pemberantasan jaringan terorisme harus tetap di bawah kendali Kepolisian Indonesia.

Hal itu penting, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam menegakkan hukum dan operasi yang berkaitan dengan penanganan terorisme.

“Polisi memang butuh dukungan TNI karena lokasinya sangat sulit tapi sifatnya mendukung polisi,” ujar dia.

Menurut dia, adalah polisi yang memiliki tugas dan kewenangan menegakkan hukum sampai pengadilan menetapkan vonis tetap.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait