Kamis, 7 Juli 22

Puluhan Orang Aksi di Depan Istana Negara, Tuntut Penurunan Harga dan Reshuffle Menteri Ekonomi

Puluhan orang yang mengatasnamakan Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA), menggelar aksi demonstrasi dari jam 10.00 Wib s/d 11.30 WIB, di depan Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, padabhari ini (22/12/2017). Mereka berdemonstrasi untuk menuntut Presiden Jokowi agar melakukan semua tindakam yang diperlukan untuk menurunkan harga, serta melakukan reshuffle menteri ekonomi, karena dianggap gagal dalam memperbaiki perekonomian.

Sya’roni Ketua Presidium PRIMA menjelaskan, jelang akhir tahun rakyat dikagetkan dengan melambungnya berbagai harga, terutama yang terjadi pada gaa melon (gas tabung 3 kg) di tingkat eceran yang melonjak hingga Rp. 35.000, padahal sebelumnya hanya Rp. 20.000. Dan, kenaikan harga telur naik dari Rp. 18.000 per kg menjadi Rp. 25.000 per kg. Ia juga menjelaskan, sejumlah komoditas lainnya, seperti ayam misalnya, juga mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan.

Kenaikan harga-harga ini menurutnya, makin menyuramkan prospek ekonomi Indonesia yang selama 3 tahun berturut-turut hanya mampu mencetak pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen. Padahal di awal pemerintahan dulu, Presiden Jokowi pernah menjanjikan ekonomi tumbuh sebesar 7 persen.

“Kenyataannya saat ini yang melesat tinggi adalah harga gas melon (tabung gas 3 kg) dan harga telur. Oleh karena itu, harus ada evaluasi total terhadap tim ekonomi karena terbukti gagal membawa perubahan untuk rakyat,” kata Sya’roni.

Syaroni menjelaskan, reahuffle terhadap menteri-menteri ekonomi merupakan konsekwensi yang harus dilakukan, mengingat saat ini kondisi ekonomi tidak kunjung membaik. Saat ditanya siapa saja yang harus direshuffle, dengan tegas ia menyatakan bahwa yang harus dipecat adalah menko ekonomi dan menteri-menteri yang ada di bawah kordinator menteri perekonomian.

“Pecat Menko Perekonomian Darmin Nasution. Dan pecat juga menteri-menteri yang berada di bawah kordinator Darmin, seperti Rini Soemarno (Menteri BUMN red.), Sri Mulyani (Menteri Keuangan red). Sampai tingkat direksi Pertamina juga harus diganti tuh, mereka harus bertanggungjawab atas langkanya keberadaan gas melon,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga harus segera menurunkan harga-harga kebutuhan pokok, dengan melakukan opersi pasar secara intensif. “Pemerintah harus segera melakukan operasi pasar secara intensif, agar harga-harga kembali normal,” pungkasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait