Rabu, 6 Juli 22

ProDEM: Demonstrasi adalah Hak Konstitusional Warga Negara

Jaringan aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) menegaskan bahwa demonstrasi menyatakan pendapat adalah hak konstitusional warga negara. Oleh karena itu, ProDEM meminta aparat keamanan mengutamakan dialog dan persuasif dalam menyikapi setiap aksi demonstrasi atau unjuk rasa, termasuk yang rencananya akan berlangsung pada Jumat, 4 November 2016.

“Demonstrasi ini pun tak bisa dilarang-larang. Namun, kami juga mengajak semua elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kebhinekaan Indonesia,” kata Ketua Majelis ProDEM yang baru terpilih, Bambang Joedo Pramono atau akrab disapa Gembos, dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2016).

Terkait hal itu, Gembos mendesak Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto selaku penanggung jawab keamanan untuk lebih pro aktif dan mengambil tindakan pre-emptive bersama ulama dan tokoh masyarakat agar unjuk rasa tersebut berlangsung damai.

ProDEM, menurut Gembos, sejauh ini menilai Wiranto tak maksimal berperan dibanding Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terlihat aktif dan mengambil inisiatif, termasuk melakukan pertemuan-pertemuan dengan berbagai pihak.

“Kami melihat, Presiden Joko Widodo seperti bekerja sendiri dengan turun langsung menemui sejumlah tokoh masyarakat termasuk Pak Prabowo dan para ulama,” ujarnya.

 

IMG-20161102-WA0076

Aklamasi

Sebagai informasi, Jaringan Aktivis ProDEM baru saja menggelar Kongres ke-6 pada 28-29 Oktober 2016 di Cububur, Jakarta Timur. Dalam Kongres yang dihadiri ratusan aktivis lintas generasi dari berbagai kota tersebut, Bambang Joedo Pramono alias Gembos dan Satyo Purwanto alias Komeng terpilih secara aklamasi Ketua Majelis dan Sekretaris Jenderal ProDEM periode 2016-2019.

“Kami akan melakukan konsolidasi dan memperkuat jaringan aktivis yang saat ini berserak di berbagai lembaga pemerintah, swasta, LSM, dan lain-lain, guna memperkuat semangat ke-Indonesia-an,” papar Gembos.

Konsolidasi itu, menurutnya, adalah bagian dar upaya merawat dan menumbuhkan sikap dan nilai-nilai perjuangan ProDEM yang tetap relevan kendati rezim Orde Baru telah tumbang dan Reformasi telah bergulir sejak 1998 silam.

20161102_144011

“Politik kita adalah politik kebangsaan. Kita akan tetap bersikap kritis dan berpedoman pada nilai-nilai perjuangan ProDEM. Karena, setelah Reformasi berlangsung perjuangan demokrasi di Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan keadilan sosial masih jauh dan belum tercapai,” pungkasnya.

Jaringan Aktivis ProDEM adalah organisasi yang digagas para aktivis gerakan mahasiswa angkatan 1980-an. Dalam perjalanannya, keanggotaan organisasi ini berkembang menjadi lintas generasi dan lintas aliran.

Saat ini, jejaring aktivis ProDEM tersebar di ratusan kota di seluruh Indonesia.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait