Jumat, 9 Desember 22

Presiden Tidak Jadi Datang, Tawur Agung tetap Jalan

KLATEN – Acara puncak dari Upacara Tawur Agung Nasional 1938 Saka/ 2016 (08/03) adalah ”Sambutan Presiden Republik Indonesia” yang seharusnya dilaksanakan pada pukul 10:05 WIB. Dengan alasan yang belum jelas, Joko Widodo berhalangan hadir hingga pada akhirnya sambutan tersebut diwakilkan oleh Lukman Hakim selaku Menterian Agama dan AAN Puspayoga selaku Menteri Koperasi dan UKM.

Meski tidak merusak rangkaian acara karena sambutan telah diwakilkan, berhalangannya presiden dalam menghadiri upacara mengundang pertanyaan reporter Indeksberita.com terhadap pengaruh yang dihasilkan. Padahal I Gusti Gede Wisnu Hendrata selaku ketua panitia menjelaskan bahwa perhelatan sambutan presiden dalam upacara ini telah dipersiapkan hampir satu bulan lamanya, namun kedatangannya dibatalkan satu hari sebelum upacara.

“Pak Jokowi kan sering berubahnya cepat sekali, gak hanya di sini kok, di mana-mana dia berubah cepat. Terus protokol–protokol yang sudah diatur, dia tuh juga tidak terlalu peduli, dia bebas begitulah. Ya kemarin sih (07/03) paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden), terus protokol sih pada ke sini, sudah dikonfirmasi, wah semangat semua dong. Pas kemarin jam 10.00–an saya dibel  sama paspampres pusat sama protokol pusat kalo presiden gak jadi hadir diganti menteri gitu loh,” jelas Wisnu.

Meski begitu, Wisnu menambahkan bahwa tanpa kehadiran dari presiden sendiri acara – pun masih berlangsung dengan lancar. Bahkan, acara berjalan lebih santai dari apa yang diharapkan dan terciptanya kekeluargaan baik di antara panitia maupun dari umat hindu yang mengikuti kegiatan upacara.

“Ya sudah, jadi apa yang sudah kita siapkan tinggal direalisasi saja lah, Cuma berbeda suasana aja. Kalo ada pak presiden suasananya resmi-resmi gitu loh. Tapi kita kan tadi lebih santai lebih nyaman, mau ngapa-ngapain, bisa ini itu tanpa harus ini itu,” tambahnya.

Tidak hanya ketua panitia yang menyesalkan, Yoga Chandra sebagai salah satu umat Hindu yang mengunjungi upacara -pun ikut mengeluhkan. Pasalnya, wanita kelahiran Manado ini hanya mengetahui bahwa Upacara Tawur Agung Nasional akan dihadiri oleh presiden tanpa latar belakang bahwa dalam perhelatan akan digantikan.

“Harapannya ya tahun depan tamunya nanti dipastikan aja gitu jadi gak ada kaya harapan palsu kaya gitu. Terus kedisiplinannya nanti ditingkatkan, yang jaga-jaga (baca- tim keamanan acara) nanti juga harus lebih tegas,” saran mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Solo ini.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait