Rabu, 6 Juli 22

Presiden Jokowi Resmikan PLTB Pertama di Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang berlokasi di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. PLTB Pertama di Indonesia ini, resmi dinyatakan beroperasi oleh Presiden Joko Widodo, pada hari Senin (2/7/2018).

PLTB Sidrap tersebut merupakan salah satu sejarah baru peradaban negeri ini, pasalnya Pembangkit Listrik berkapasitas 75 MW tersebut adalah PLTB pertama di Indonesia. Diketahui PLTB Sidrap sendiri memiliki 30 kincir angin dengan tinggi tower 80 meter dan panjang baling-baling 57 meter, masing-masing menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 MW, sehingga total kapasitas yang dihasilkan oleh 30 turbin adalah 75 MW.

PLTB terbesar se ASEAN dan menelan investasi sebesar USD150 juta atau setara dengan Rp2,16 triliun (mengacu kurs Rp14.400 per USD) ini diproyeksikan mampu melistriki 70.000 pelanggan di Sulawesi Selatan dengan daya listrik rata-rata 900 VA.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan Keberadaan PLTB ini juga merupakan wujud komitmen pemerintah terhadap pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Dengan PLTB pertama di Sidrap ini, kami ingin komitmen 23% di 2025 ini tercapai,” kata Joko Widodo di lokasi peresmian, Sindereng Rappang, Sulawesi Selatan,Senin (2/7/2018).

Presiden meyakini hal tersebut lantaran potensi energi baru terbarukan lainnya yang bisa dikembangkan. Diantaranya menurut Jokowi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang memiliki potensi hingga 29 Gigawatt (GW).

Jokowi juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus mendorong dibangunnya sumber daya energi baru terbarukan. Menurutnya, Indonesia kaya dengan energi baru terbarukan, seperti tenaga angin (bayu), geo thernal (panas bumi) dan air.

Presiden juga mengungkapkan bahwa PLTB tersebut tak hanya dapat dikembangkan di Pulau Sulawesi saja melain kan juga dapat dikembangkan didaerah-daerah lain seperti wilayah Pulau Jawa bagian selatan.

“Jawa bagian selatan banyak anginnya, jadi bisa dikembangkan misalnya di Sukabumi,” imbuh Presiden.

Investasi PLTB memang awalnya cukup tinggi, namun menurut Jokowi jika membandingkan dengan PLTU (pembangkit listrik tenaga uap), PLTB jauh lebih murah. Misalnya,papar Jokowi, PLTU yang setiap hari harus membakar batu bara sehingga mengeluarkan biaya yang cukup besar, sementara PLTB tidak.
“Harga memang lebih tinggi dari PLTU tapi nanti akan makin murah,” pungkas Presiden.

Eddy Santry

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait