Senin, 27 Juni 22

Presiden Jokowi di Pontianak Resmikan Terminal Baru Bandara Internasional Supadio, dan Bagikan Sertifikat Tanah

Setelah menghadiri HUT AMS ke 51 di Bandung Jawa Barat, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan, Presiden pada Kamis, 28 Desember 2017. bertolak ke Pontianak Kalimantan Barat. Presiden Jokowi di Pontianak resmikan Terminal Baru Bandara Internasional Supadio dan bagikan sertifikat tanah.

Dengan peresmian tersebut, Presiden berharap pelayanan terbaik dapat diberikan kepada penumpang yang jumlahnya setiap tahun terus mengalami peningkatan. “Tadi saya mendapat informasi karena pertumbuhan penumpang yang ada di bandara ini 15 persen, artinya kalau sekarang 3,5 juta berarti tahun depan sudah nggak cukup lagi terminal ini, sudah nggak cukup,” ujar Presiden.

Oleh karena itu, Kepala Negara telah meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mulai merencanakan pembangunan terminal yang lebih besar lagi, untuk mengantisipasinya.

Wajah baru Bandara Internasional Supadio yang banyak mengadopsi ornamen Dayak, memang hanya memiliki satu landasan pacu. Untuk itu menurut Presiden, ke depannya akan dipertimbangkan untuk menambah satu landasan pacu lagi.

“Tapi keputusannya nanti akan kita lihat, kalau memang lalu lintas dan trafficnya sudah begitu sangat padat ya mau tidak mau runwaynya juga harus dibangun satu lagi.” ucap Presiden.

Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat

Setelah meresmikan terminal baru Bandara Supadio, Presiden Jokowi di Pontianak juga akan menyerahkan sertifikat di lapangan Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Disini Presiden akan menyerahkan secara serentak 1.082.950 sertifikat tanah untuk rakyat di tujuh provinsi.

Presiden menjelaskan, ia bersama jajarannya turun langsung ke tujuh propinsi tersebut, untuk menyerahkan sertifikat. Ia sendiri di Kalimantan Barat, sedangkan Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo bertugas menyerahkan sertifikat di Provinsi Jawa Timur, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Provinsi Lampung, Menteri BUMN Rini Soemarno di Provinsi Sumatera Selatan, Menteri PAN dan RB Asman Abnur di Provinsi Jambi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Provinsi Sulawesi Selatan, serta Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di Provinsi Sulawesi Tengah.

Di acara tersebut, Presiden menegaskan, target penyerahan sertifikat tanah di seluruh Tanah Air akan rampung di tahun 2025 mendatang. Untuk itu ia akan awasi terus prosesnya.

“Semua harus pegang sertifikat. Target saya 2025 rampung urusan sertifikat artinya Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) nggak tidur, pokoknya saya kejar terus, saya ikuti prosesnya,” ujar Presiden.

Melalui sambungan videotron, Presiden menyaksikan dan mendengarkan langsung laporan para Menteri Kabinet Kerja terkait jumlah sertifikat yang dibagikan hingga jumlah masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya, Presiden berpesan kepada para penerima sertifikat untuk menjaga dan menyimpan sertifikat yang dimiliki di tempat yang aman serta digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait