Sabtu, 3 Desember 22

Presiden Ingin Harga Daging di Bawah Rp 80 Ribu, Ketua APDI: Keinginan Itu Mustahil dan Tidak Rasional

“Mustahil dan tidak rasional harga daging sapi bisa di bawah Rp 80 ribu per kg. Harganya akan tetap di atas Rp 100 ribu per kilogram”

Jakarta – Terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan agar harga daging sapi di bawah Rp 80 ribu saat Ramadhan dan Lebaran tahun ini dinilai Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia Asnawi, mustahil dan tidak rasional.

Menurut Asnawi, meskipun pemerintah melakukan operasi pasar dengan daging sapi impor, harga daging sapi di pasaran tidak akan bisa turun sejauh itu.

“Mustahil dan tidak rasional harga daging sapi bisa di bawah Rp 80 ribu per kg. Harganya akan tetap di atas Rp 100 ribu per kilogram,” kata Asnawi dalam acara Bincang-Bincang Agribisnis bertajuk “Rasionalitas Harga Daging Sapi” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2016).

Lebih lanjut Asnawi menjelaskan, dengan patokan Harga Pokok Produksi (HPP) sekarang harga tidak mungkin bisa menyentuh angka Rp 80 ribu per kg.  Menurutnya, HPP di tingkat pedagang saat ini berkisar Rp 109 – Rp 111 ribu.

Tingginya HPP tersebut dipengaruhi nilai tukar rupiah yang sempat melemah di level Rp 14 ribu per dolar AS pada awal tahun.

Asnawi mengatakan, daging sapi yang ada saat ini merupakan daging yang didatangkan dari impor pada periode Januari-Februari.

Saat itu, harga pembelian sapi dari Australia sebesar US$ 3,15 per kg. Dengan kurs Rp 14 ribu per dolar AS maka HPP awal untuk mengimpor sapi berada di kisaran Rp 44.100 per kg.

Selanjutnya, harga daging karkas atau yang telah disembelih di tempat jagal berkisar Rp 87 ribu-Rp 88 ribu. Sedangkan di eceran HPP sudah menjadi Rp 110 ribu.

“Kami menjual di harga Rp 115 ribu-Rp 120 ribu, untung hanya sedikit. Jadi, kalau bicara harga pasar, tidak rasional bisa menyentuh angka Rp 80 ribu per kg,” ujarnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait