Senin, 26 September 22

Presiden Berharap Domba dan Kambing Jadi Alternatif Sumber Protein Hewani

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar acara “Temu Wicara Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Kontes Domba Garut-Kambing” bersama peternak yang bergabung dalam Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/8).

Acara tersebut digelar dalam rangka mendorong peningkatan peran dan kontribusi ternak domba dan kambing yang mempunyai potensi tinggi dalam hal populasi dan produktivitas.

Pada acara ini, dihadiri oleh lebih kurang 1.000 orang peserta dari unsur-unsur Menteri Kabinet Kerja, Kepolisian RI, Komisi IV DPR RI, Gubernur Provinsi Jawa Barat, DPRD Provinsi Jawa Barat, Para Bupati/walikota se Provinsi Jawa Barat, DPRD Kota Bogor, peternak domba dan kambing, serta Pemerintah Pusat dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan seluruh Indonesia.

Saat pertemuan itu, Presiden Jokowi mengatakan, kedaulatan bangsa salah satunya diukur dari kemampuannya menyediakan pangan bagi rakyatnya.

“Hal ini dapat diwujudkan apabila Indonesia mempunyai kedudukan yang kuat di kancah perdagangan internasional,” kata Presiden dalam rilis yang diterima indeksberita.com

Peran sektor pertanian (termasuk di dalamnya peternakan dan kesehatan hewan) kata Presiden Jokowi, tidak hanya sebagai penyedia pangan, namun juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, dan penghasil devisa.

Nawa cita Kabinet Kerja tentang kedaulatan pangan, produktivitas rakyat dan kemandirian ekonomi, digunakan sebagai acuan kebijakan pengembangan komoditas domba dan kambing sebagai sumber protein hewani.

“Ini mengingat komoditas tersebut terbukti dalam kurun waktu 2011-2015 populasinya tumbuh rata-rata 5,8% per tahun,” ungkapnya.

Pada tahun 2015, lanjutnya, populasi ternak domba dan kambing mencapai 36 juta ekor, dipelihara sederhana skala rumah tangga peternak (<10 ekor), yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia, dan didominasi oleh Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Pertumbuhan populasi ternak tersebut diprediksi akan tetap meningkat pada periode lima tahun berikutnya (2017-2021),” katanya.

Selain itu, Berdasarkan Proyeksi FAO-OECD Agriculture Outlook Tahun 2015-2025 konsumsi daging global diperkirakan mencapai 35,3 kg per kapita/tahun, dari 1,3 kg pada tahun 2015. Walaupun daging domba dan kambing tidak termasuk dalam pangsa produk yang diperdagangkan secara global, namun untuk pemenuhan kepentingan tertentu (ritual keagamaan), komoditas ini mempunyai segmentasi pasar global yang sangat menjanjikan di wilayah Asia, Afrika, dan Pasifik.

“Mempertimbangkan aspek teknis, pemenuhan lokal dan perkembangan isu perdagangan global, diprediksi pada tahun 2018 Indonesia akan mampu mengekspor domba dan kambing.  Pada tahun itu, populasi domba dan kambing yang siap diekspor sebanyak 800 ribu ekor,  dan diperkirakan ekspor semakin meningkat pada tahun 2021 menjadi 1,5 juta ekor,” paparnya.

Untuk diketahui, Pada usia 180 tahun, yang merupakan usia sangat matang sejak lahirnya Peternakan dan Kesehatan Hewan pada tanggal 26 Agustus 1836, acara ini menjadi momentum kebangkitan sekaligus penyadaran kepada seluruh masyarakat peternakan Indonesia memberikan perhatian lebih serius kepadapeningkatan produksi dan skala usaha komoditas domba dan kambing, sehingga mampu berperan menjadi alternatif prioritas utama sumber protein hewani.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait