Kamis, 1 Desember 22

Pra Pendaftaran Cawalkot, Penolakan Terhadap Bima Arya di PDIP Makin Keras

Jelang Pemilihan Walikota (Pilwakot) 2018, PDI Perjuangan Kota Bogor sudah bersiap akan membuka pendaftaran pada 20 Mei mendatang. Sebelum pendaftaran, penolakan terhadap Bima Arya di PDIP semakin keras. Keterangan Ketua DPC PDIP Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, pendaftaran akan dibuka selama dua pekan.

“Pendaftaran akan dilakukan serempak dengan DPD PDI Perjuangan Jawa Barat pada 20 Mei nanti. Pendaftaran tersebut akan dibarengi konfrensi pers 16 daerah, kota dan kabupaten, serta propinsi,” tukas politisi yang dikabarkan juga akan maju di panggung pilwakot saat diawawancarai indeksberita.com, Kamis (4/5/2017) petang. Masih menurutnya, pendaftaran nantinya tidak akan ada pungutan biaya.

“Pendaftaran pilwakot melalaui PDI Perjuangan Kota Bogor gratis, tidak ada pungutan, baik dari internal maupun dari luar partai,” ujarnya.

Pada bagian lain, penolakan terhadap Politisi PAN yang juga Walikota petahana, Bima Arya Sugiarto mendaftar melalui PDI Perjuangan Kota Bogor juga masih gencar disuarakan. Sekretaris PAC PDI Perjuangan Bogor Timur, Rahmat Heryana secara tegas masih menyuarakan menolak Bima Arya yang ingin mendatarkan melalui partainya.

“Alasannya, menolak Bima Arya karena karena selama ini PAN dan juga Bima tidak pernah satu visi dalam langkah perjuangan PDI Perjuangan. Misalnya, dimulai dari pilpres 2014 lalu ia menjadi ketua tim sukses Prabowo Hatta di Kota Bogor, kemudian Pilkada DKI Jakarta, ia timses juga pendukung AHY (Agus Harimukti Yudhoyono) di Jakarta,” tandasnya.

Rahmat menyampaikan, dalam waktu dekat pengurus kecamatan PDI Perjuangan juga akan melakukan penjaringan bakal calon (balon) walikota. Dia juga menegaskan, pihaknya mengharamkan transaksional dengan balon manapun saat lakukan penjaringan.

“Setiap PAC akan lakukan penjaringan nama balon walikota. Dari beberapa nama, akan dikerucutkan menjadi dua nama. Sekali lagi, PAC Bogor Timur menolak Bima Arya. Ada tiga nama calon walikota menguat dalam penjaringan mendatang yakni Dadang Iskandar Danubrata, Atty Somadikarya dan Diah Pitaloka,” ucapnya.

Lain lagi dengan Ketua PAC Bogor Tengah, Irvan Noor. Jika sebelumnya dia juga keras menolak Bima Arya, kini melunak.

“Jelang pilwakot ini siapapun punya hak yang sama. Juga Bima. Terkait penjaringan yang dilakukan PAC Bogor Tengah, ada tiga nama menguat yakni Dadang Iskandar Danubrata, Atty Somadikarya dan Andri Amaral. Tapi itu tidak menutup nama lain lagi yang akan dijaring nantinya. Setelah penjaringan, dua nama akan disampaikan ke DPC PDI Perjuangan untuk diplenokan sebelum 20 Mei nanti,” katanya.

Sementara, kader lawas PDI Perjuangan, Surayana secara lugas lebih memilih kader partai sebagai cawalkot dan menolak Bima Arya Sugiarto.

“PDI Perjuangan adalah partai pemenang, kendapa harus mendukung Bima Arya atau menjadikannya cawalkot? Tolak! Kami lebih memilih mendukung kader sendiri sebagai cawalkot,” tegasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait