Senin, 26 September 22

Potensi Zona Banjir Bogor

BOGOR –  Pemukiman warga disepanjang bantaran Kali Pesanggrahan dan Kali Baru, Kabupaten Bogor, terbilang menjadi langganan banjir. Akibat guyuran hujan sehari sebelumnya Minggu (28/2/2016), ratusan rumah di wilayah Kecamatan Sukaraja dan Bojonggede, Kabupaten Bogor, terendam banjir 60 centimeter hingga 1 meter.

Ratusan rumah yang terendam banjir meliputi Desa Bojonggede, Bojongbaru, Pabuaran, Rawapanjang, dan Waringin Jaya. Banjir disebabkan meluapnya Kali Pesanggrahan dan Kali Baru hingga berdampak ke pemukiman warga.

“Curah hujan yang cukup tinggi sejak Minggu dini hari juga menambah volume air di pemukiman warga,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB), Budi Aksomo, kepada indeksberita.com, Senin (29/2/2016).

Kabupaten Bogor, disebutnya ada beberapa daerah rawan bencana saat musim penghujan tiba. Hal tersebut disebabkan kontur tanah yang cukup labil. Adapun wilayah dikabupaten Bogor yang rawan terjadinya bencana longsor dibagi tiga zona, yakni timur, selatan dan barat.

“Untuk zona timur meliputi Kecamatan Tanjung Sari, Cariu, Jonggol, Citereup, Babakan Madang serta Sukaraja,” bebernya.

Namun untuk zona selatan dirinya mengatakan ada di wilayah Kecamatan Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Cijeruk, Cigombong, serta Ciomas.

“Wilayah selatan sendiri yang sangat rawan terjadinya bencana longsor, pasalnya struktur tanah yang tidak stabil dan maraknya pembangunana liar yang terpaksa mengeruk tanah secara ngasal yang berdampak kerap sekali terjadi longsor saat musim penghujan saat ini,” terangnya. Sementara, Zona Barat yakni Kecamatan Tenjolaya, Pamijahan, Leuwisadeng, Leuwiliang, Leuwinanggung, Cigudeg, serta Jasinga.

“Untuk itu kepada warga yang tinggal di bantalan kali atau pun di lereng agar selalu siaga. Segera keluar dari rumah bila hujan sudah lama mengguyur dengan intensitas yang tinggi,” ujarnya.

Budi menambahkan, akibat musim kemarau pada beberapa bulan lalu, berdampak kerenggangan struktur tanah dengan pori-pori berongga yang cukup besar.

“Rongga tersebut membuat lubang lubang  di tanah. Ketika datang hujan dengan insensitas  tinggi dan cukup besar, menyebabkan tanah mudah tergerus,itulah yang harus diwaspadai ” pungkas dia. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait