Rabu, 7 Desember 22

Posisi Jokowi Dalam Survey SMRC Masih Teratas

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survey Kondisi Politik Nasional Pasca Pemilihan Gubernur DKI Jakarta’. Survey tersebut diambil dari 1500 responden dan menggunakan multistage random sampling. Hasil survey menunjukan Posisi Jokowi dalam Survey masih di posisi teratas.

Survei dilakukan pada WNI yang berumur 17 tahun atau lebih. Margin of error tersebut plus minus 2,5%. Sedangkan tingkat kepercayaan 95%. Responden dipilih lewat wawancara tatap muka, sedangkan waktu wawancara dimulai pada tanggal 14-20 Mei 2017.

Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan menyebutkan, bila pemilihan presiden diadakan ketika survei dilakukan, 34.1% pemilih spontan mendukung Jokowi dan 17.2% mendukung Prabowo. Perbedaan elektabilitas antara keduanya cukup signifikan, sekitar 17%.

“Perbedaan elektabilitas antara Jokowi dan Pabowo sekarang mirip dengan perbedaan elektabilitas SBY dengan Megawati pada 2007, Pada jarak waktu yang sama, 2 tahun menjelang Pilres 2009, perbedaan elektabilitas keduanya sebesar 16%,” kata Djayadi saat merilis survey tersebut, di Jakarta Pusat, Kamis (8/6).

Dalam simulasi head to head, elektabilitas Jokowi 53.7% sementara Prabowo 37.2% dan tidak menjawab 9.1%.

Jarak antara keduanya sekitar 16.5%. Dari sisi pilihan presiden, politik Tanah Air relatif tidak mengalami perubahan pasca Pilkada DKI Jakarta.

Demikian pula dengan pilihan partai politik. Peta dukungan pada partai politik sebelum dan sesudah Pilkada DKI juga tidak banyak berubah, terutama dalam periode Januari dan Mei 2017.

PDIP masih di posisi teratas (21.7%) dan disusul Gerindra (9.3%). Kedua partai ini mengalami kenaikan sekitar 4% dalam 5-6 bulan terakhir. Elektabilitas partai-partai lain masih berada di bawah elektabilitas Partai Demokrat, 5.2%.

Selain itu, pasca pilkada DKI Jakarta, tidak terjadi dampak positif dan negatif terhadap partai pendukung yang kalah maupun yang menang, selain PDI Perjuangan dan Gerindra. Kalaupun terjadi perubahan, maka perubahan itu tidak signifikan secara statistik (di bawah margin of error rata-rata ┬▒ 2,5%).

Namun, lanjut Djayadi,  jika dibanding hasil Pemilu 2014, hanya PDIP yang bisa mempertahankan atau bahkan menaikan posisinya secara elektoral lewat sikap spontan pemilih. Sejak Pemilu 2014, dukungan spontan pemilih pada PDIP rata-rata kurang lebih stabil.

“Partai-partai lain semuanya cenderung menurun, dan banyak yang tadinya memilih mereka nampaknya bersikap belum memutuskan,” katanya.

Dalam rilis survei ini turut hadir Yorrys Raweyai, Ketua DPP Golkar, Ferry Juliantono, Wakil Ketua Umum Gerindra, dan Maruarar Sirait, Anggota DPR RI Fraksi PDIP.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait