Sabtu, 10 Desember 22

Polres Binjai Gerebeg 2 Rumah Cari Napi yang Kabur, Ini Hasilnya

MEDAN — Polisi Resor Kota Binjai menggerebeg dua rumah di Kota Binjai mencari tujuh narapidana yang kabur dari Lapas Kelas II A Binjai, dinihari kemarin. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai Ajun Komisaris Hendro Sutarno mengatakan,dua tim dengan 20 personil dikerahkan memburu ke tujuh narapidana.

Ketujuh tahanan yang kabur yaitu: Saifuddin alias Fudin (34), divonis 8 tahun penjara dalam perkara narkotika; Abdul Rahman alias Rahman (33), belum dijatuhi hukuman dalam perkara menadah hasil kejahatan; Roni Adianto alias Roni (25), divonis 3 tahun 7 bulan penjara dalam perkara pencurian.

Kemudian narapidana Yusrizal alias Rizal (39), dihukum 2 tahun 6 bulan dalam perkara pencurian; Fahrul Azmi Nasution (35), belum divonis dalam perkara narkotika. Narapidana Suhelmi alias Helmi (45), divonis 4 tahun penjara dalam perkara narkotika dan Rudi alias Ajun (33) dihukum 10 tahun penjara dalam perkara narkotika.

Usai menggerebeg dua rumah yang dicurigai sebagai tempat persembunyian narapidana, polisi belum menemukan buruannya.” Ada dua rumah kita grebeg. Namun orang yang kami cari tidak ada di tempat.” kata Ajun Komisaris Hendro Sutarno kepada Indeksberita, Selasa 19 Desember 2017.

Polisi, sambung Hendro akan berusaha maksimal menangkap narapidana yang berhasil kabur dengan cara menggergaji teralis besi kamar mandi ruang tahanan.

“Kami akan maksimalkan pengejaran. Dugaan sementara narapidana kabur ke luar Kota Binjai. Mohon warga masyarakat memberikan informasi jika melihat orang- orang baru yang mencurigakan disekitarnya.” imbuh Hendro.

Tujuh narapidana dan tahanan Lapas Kelas IIA Binjai, Sumatera Utara (Sumut) melarikan diri. Narapidana tersebut tercatat menjalani hukuman dari berbagai kasus. Mereka kabur setelah menggergaji teralis besi kamar mandi ruang tahanan dan turun dari tembok Lapas dengan menggunakan kain sarung.

Juru bicara Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumut Josua Ginting mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun pihak Kanwil Hukum dan HAM Sumut, pelarian para narapidana diketahui petugas jaga sekitar pukul 02.30 WIB Senin dinihari. “Saat itu terdengar teriakan dari tahanan lain yang menyebut ada narapidana melarikan diri.” kata Josua kepada Indeksberita.com.

Kantor Hukum dan HAM Sumut, ujar Josua sedang melakukan pemyelidikan penyebab ketujuh narapidana bisa melarikan diri. Dugaan sementara, ujar Josua, petugas jaga lalai menjalankan prosedur penjagaan. “Apakah ada kelalaian petugas atau ada unsur lain sedang dipelajari.” kata Josua.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait