Jumat, 24 September 21

Politik Bemo

Auto Bemo itu produk teknologi otomotif terbaik dari Daihatsu dalam kerangka pembayaran paket pampasan perang Jepang atas Indonesia bersama dengan Sarinah Departemen Store di Jalan MH Thamrin dan Hotel Indonesia serta Wisma Nusantara yang menjadi salah satu landmark Jakarta pada paruh awal 1960an.

Mengapa auto bemo yang ber-roda tiga itu yang dipesan khusus oleh Presiden Sukarno pada tahun 1962an?

Karena semasa itu BungĀ  Karno tengah gandrung berkampanye untuk menghapus segala bentuk exploitation de lhome par lhome (penindasan manusia atas manusia) yang di Jakarta. antara lain tersimbolisasikan atas kendaraan roda tiga Becak (rickshaw) yang dikayuh oleh seorang manusia.

Bagi Bung Karno ini pemandangan adanya seorang marhaen penat berpeluh menggenjot pedal becak demi sesuap nasi setelah tawar menawar ongkos untuk mengantarkan dua tiga orang penumpang yang berduit, sungguh pedih di matanya.

Karena itu Bung Karno pun mengajukan gagasan modernisasi sarana transportasi lokal Becak dengan menggunakan tenaga Motor sebagai pengganti tenaga manusia. Itu sebabnya mengapa kendaraan bermotor roda tiga buatan Daihatsu ini lalu populer disebut BeMo alias becak bermotor.

Di Jepang sendiri produk Daihatsu bermesin motor 2 tak ini dinamai sebagai MiJet atau mini jet. Bandingkan dengan produk otomotif berikut Daihatsu belasan tahun kemudian yang dikenal dengan nama Hi Jet atau high jet yang di Indonesia populer sebagai sarana angkutan umum di kota dan desa yang bermesin bandel karena saking handal dan irit bbm.

Bemo sendiri alias mijet tidak diproduksi untuk pasaran domestik Jepang. Juga tidak bagi negara lain. Karena sesuai keterangan yang diperoleh penulis saat mengunjungi pabrik Daihatsu di Jepang, bemo itu memang khusus dirancang dan diproduksi untuk memenuhi gagasan Presiden Sukarno. Para enginer otomotif Daihatsu ssndiri takjub atas Mi Jet hasil karya mereka yang mampu bertahan puluhan tahun sebagai angkutan umum yang lincah, irit, dan awet sebab onderdilnya mampu dikembangkan sendiri oleh anak negeri bekas jajahannya.

Itulah kiat diplomasi pampasan perang Bung Karno. Alhasil, begitu rakyat marhaen mendapatkan auto bemo maka Bung Karno pun menyunting Naoko Nemoto.

Program Bung Karno untuk modernisasi becak di Jakarta ini lalu dilanjutkan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Bang Ali demikian julukan jendral marinir loyalis Bung Karno ini lalu menggandeng investor otomotif asal Italia, Lambreta, untuk menciptakan Helicak yaitu becak bermotor yang berprototype mirip helikopter. Namun usia operasional helicak ini tak melebihi lima tahun. Penggantinya adalah Bajaj produksi India dengan lisensi Piagio, produsen scooter Vespa, Italia.

Yang luar biasa meski ada helicak, bajaj, dan sebagainya bemo masih mampu bertahan hingga kini. Meski trayek operasinya kian terbatas. Contoh hanya dari Manggarai menyusuri jalan Tambak, Tugu Proklamasi, Megaria, RSUPN Cipto Mangunkusumo, FK UI Salemba Rays, RS St Carolus, Matraman, dan kembali ke Stasiun Kereta Manggarai.

🎼 Autobemo roda tiga.
Tempat berhenti luar kota.
Supir bilang boleh naik.
Saya bilang sangat suka.
Autobemo roda tiga.🎧

Berita Terbaru
Berita Terkait