Senin, 26 September 22
Beranda Featured Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pembunuh Ketua Perindo Medan Johor

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pembunuh Ketua Perindo Medan Johor

0
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pembunuh Ketua Perindo Medan Johor

MEDAN — Kepolisian Resor Kota Medan (Polresta) menetapkan dua orang tersangka atas kasus kematian Ketua Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kecamatan Medan Johor Gidion Ginting. Gidion tewas diduga dianiaya oleh petugas keamanan saat berjualan di Pusat Pasar Medan, Desember 2015 lalu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan Komisaris Aldi Subartono mengatakan, setelah proses penyidikan sejak Gidion dinyatakan tewas, Polresta Medan akhirnya menetapkan dua tersangka pembunuh Gidion. “Dua orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Gidion Ginting.” kata Aldi kepada wartawan, Selasa 22 Maret 2016.

Salah satu tersangkanya,Aldi menyebut, berstatus polisi aktif dan bertugas di Polresta Medan.Namun Aldi enggan menyebut namanya. Kemungkinan kedua tersangka, sambung Aldi akan diperiksa secara bersamaan besok, Rabu 23 Maret 2016.

Gidion Ginting tewas setelah diduga dianiaya oleh penjaga malam Pusat Pasar Medan pada 18 Desember 2015. Gidion selain sebagai Ketua Partai Perindo Kecamatan Medan Johor juga sebagai Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan.

Ketua Partai Perindo Kota Medan Dianto MS berterimakasih kepada jajaran Kepolisian Resor Kota Medan yang sudah menetapkan tersangka pembunuh Gidion. “Kami sudah mendengar kabar penetapan tersangka penganiaya Gidion oknum anggota Polresta Medan Brigadir Kepala JPS.” kata Dianto kepada Indeks Berita.

Kasus penganiayaan berujung kematian salah satu kader terbaik Partai Perindo itu, sambung Dianto diduga akibat penganiayaan. Hal itu diperkuat hasil visum Gidion. Sejak ditemukan tewas oleh pedagang di Pusat Pasar Medan, kader Partai Perindo Medan, ujar Dianto terus mengawal kasus kematian Gidion yang disidik Polresta Medan.

Dianto menuturkan seperti kesaksian beberapa pedagang kepada tim yang ditugaskan Partai Perindo mengawal kasus tersebut, sebelum ditemukan tewas terjerembab di dekat kantor petugas keamanan Pusat Pasar Medan, Gidion sempat terlibat cekcok dengan salah seorang pedagang yang tak lain merupakan orang tua Brigadir Kepala JPS anggota Polresta Medan.

Setelah pertengkaran itu, diduga Brigadir Kepala JPS memerintahkan satpam Pusat Pasar Medan membawa Gidion ke dalam kantor petugas keamanan. Diduga didalam kantor itu, Gidion dianiaya hingga akhirnya tewas terjerambab di dekat kantor keamanan tersebut. Polresta Medan sebelumnya sudah memeriksa Brigadir Kepala JPS dan salah satu anggota TNI Kopral Dua LS.