Selasa, 6 Desember 22

Polisi Cyber Periksa Pelapor Akun Facebook Penghina Jokowi 5 Jam

MEDAN — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut) mulai menyelidiki laporan pengaduan penghinaan yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo melalui akun facebook. Hari ini, Jumat (26/8/2016), penyidik Cyber Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut memeriksa pelapor yakni Lamsiang Sitompul serta satu saksi Lasman Johansen.

Keduanya didampingi relawan pendukung Jokowi dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) diperiksa mulai pukul 10.30 WIB hingga 15.30 WIB dengan 12 pertanyaan. Dalam pemeriksaan tersebut, keduanya didampingi tiga penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia Cabang Medan.

“Ada 12 pertanyaan yang ditanya penyidik kepada kami antara lain apakah mengenal pemilik akun facebook penghina Presiden Joko Widodo dengan nama Nunik Wulandari II dan Andi Redani. Saya jawab tidak kenal,” kata Lamsiang kepada wartawan usai pemeriksaan.

Kemudian yang ditanyakan penyidik kepada saya, sambung Lamsiang, kapan pertama kali melihat akun facabook yang mengunggah foto-foto Presiden Jokowi saat berkunjung ke Danau Toba. Penyidik juga menanyakan pendapat saya tentang tulisan dan foto-foto Jokowi yang diunggah akun facebook Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putribangsa,” kata Lamsiang.

Kerugian moril yang dirasakan Lamsiang, juga turut ditanyakan penyidik. Lamsiang mengatakan, dia menjelaskan kepada penyidik. “Bahwa saya sebagai Suku Batak merasa dipermalukan, diremehkan, direndahkan, dihina harkat dan martabat serta harga diri menjadi tercemar akibat kata-kata atau tulisan akun facebook penghina Jokowi,”kata Lamsiang.

Dia mencontohkan tulisan ‘Orang TOLOL di pulau samosir jd badut malah bangga’ di atas foto Jokowi berpakaian adat Batak di akun Nunik Wulandari II menyinggung perasaan orang di Pulau Samosir.

Lamsiang berujar dia diminta penyidik untuk menyertakan surat keberatan dari kelompok masyarakat khususnya masyarakat Batak atas isi akun faceboook penghina Jokowi.

“Saya akan segera mendapat puluhan surat keberatan dari organisasi perkumpulan atau punguan marga atas isi akun facebook Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putri Bangsa,” kata Lamsiang. Hingga saat ini, sambung Lamsiang, dia mendapat dukungan dari berbagai organisasi Relawan Jokowi seperti Almisbat dan Relawan Projo.

Sentra Pelayanan Kepolisian, Selasa (23/8) lalu menerima laporan seorang pengacara bernama Lamsiang Sitompul. Dia melaporkan pemilik akun facebook Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putri Bangsa.

Kedua pemilik akun facebook itu dilaporkan Lamsiang ke Polda Sumut karena diduga telah menghina Presiden Republik Indonesia dan Suku Batak. Laporan Lamsiang tercatat dalam STTLP/1094/VII/2016/SPKT III pada 23 Agustus 2016, Lamsiang Sitompul mengatakan laporan dugaan penghinaan itu ia lakukan selaku bagian dari Suku Batak.

Menurutnya, unggahan (upload) gambar serta kata-kata pada media sosial Facebook yang di-posting oleh terlapor pemilik akun Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putri Bangsa mengandung unsur dugaan penghinaan harkat, martabat, dan harga diri. Selain itu, unggahan tersebut juga dianggap telah mempermalukan Suku Batak.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut Ajun Komisaris Besar Maruli Siahaan mengatakan, polisi masih akan memanggil sejumlah saksi dalam kasus penghinaan Presiden Jokowi. “Nanti akan dipanggil lagi beberapa saksi untuk menjelaskan bagian-bagian mana saja di facebook Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putri Bangsa mengandung unsur dugaan penghinaan kepada Presiden dan Suku Batak,” katanya.

Ketua Relawan Almisbat Provinsi Sumatera Utara Sahat Simatupang berharap polisi serius mengusut pemilik facebook penghina Jokowi. Menurut Sahat, laporan Lamsiang adalah momentum untuk penegakan hukum kepada orang-orang yang suka menghina. “Bukan karena Jokowi Presiden. Almisbat berharap siapapun yang menghina dan merendahkan martabat orang melalui tulisan atau ucapan bisa dihukum,” tegas Sahat.

Almisbat, ujar Sahat akan mengawal laporan pengaduan Lamsiang agar ditangani polisi dengan serius. “Kami yakin polisi serius memproses laporan Lamsiang dan bisa menghadirkan pemilik kedua akun facebook itu agar kita tahu motivasi keduanya menghina Jokowi dengan pakaian adat Batak. Kenapa keduanya menghina Jokowi di facebook saat berpakaian adat Batak,” tutur Sahat yang juga Anggota Kelompok Pakar Badan Pelaksana Kaldera Danau Toba.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait