Rabu, 30 November 22

PMII Kota Bogor Sebut Prestasi Walikota Cuma Pencitraan

PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) tuding Walikota Bogor selama ini hanya berprestasi dalam pencitraan. Kota Pusaka yang dinobatkan untuk Kota Bogor belum sepenuhnya berjalan. Hal itu disampaikan Syahrul Mubarok dalam orasinya saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota Bogor, Jalan Ir Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah.

“Sebutan Kota Pusaka itu seperti apa? Apa yang dijadikan walikota untuk memperkuat identitas kota pusaka, semua hanya pencitraan,” katanya. Selasa (18/4/2017).

Selama ini, sebutnya, banyak cagar budaya yang tidak terus. Diantaranya seperti prasati batu tulis, museum perjuangan, prasasti batu dakon hingga situs Badigul di Rancamaya.

Setelah bergantian berorasi, belasan pengunjuk rasa pun mendesak untuk bertemu Walikota Bogor, Bima Arya. Namun, dihadang oleh Satpol PP Kota Bogor.

“Kami ingin melakukan audiensi dengan Walikota Bogor, mana Bima Arya, apakah tidak mau menemui kami,” teriak orator aksi demonstrasi.

Massa aksi PMII pun bereaksi karena tidak berhasil menemui Walikota Bogor. Masa aksi pun memblokade setengah jalan di depan Balaikota Bogor dan membakar ban di depan Balaikota Bogor.

“Kami sampaikan permintaan maaf pada pengendara jalan yang melintas atas aksi demo PMII. Yang kami lakukan untuk membawa asprasi masyarakat,” ujar salah seorang orator.

Saat membakar ban dan memblokade jalan, para mahasiswa dari PMII itu pun dibubarkan oleh petugas kepolisian setelah didahului aksi dorong-dorongan. Usai api dipadamkan, para mahasiswa pun membubarkan diri

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait