Kamis, 29 September 22

PKL Dagang di Badan Jalan Dicueki Pemkot Bogor

BOGOR – Kota Bogor seperti menjadi surga para Pedagang Kaki Lima (PKL). Meski sudah berulangkali dihalau petugas Satpol PP, keberadaan pedagang sayuran disepanjang Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), di tepi Kebun Raya Bogor (KRB) dan Jalan Suryakencana sulit ditertibkan. Tidak hanya berjualan di badan jalan sehingga membuat penyempitan lalu lalang lintasan kendaraan bermotor, PKL yang berjualan malam dimulai pukul 19.00 hingga 06.00 WIB seolah sengaja dipelihara. Pasalnya, para pedagang yang berjualan sayuran tersebut hampir semua lapaknya menggunakan lampu pijar listrik yang dipasok oknum.

“Kita dagang disini tidak gratisan, walau pun di jalan. Kita bayar sewa lapak, kebersihan, listrik dan lampu. Bayarnya Rp10 ribu per hari,” Adi Suwarna (55), pedagang sayuran asal Ciawi di Jalan Otista, tanpa mau menyebutkan pemasok aliran listrik dan kepada siapa dia membayar sewa tempat, Rabu (15/6/2016).

Kepada indeksberita.com, PKL tersebut mengaku tidak takut ditertibkan Satpol PP. Menurutnya, sebelum dilakukan penggusuran, pada pedagang sayuran tersebut selalu mendapatkan kabar terlebih dahulu dari seorang oknum keamanan setempat berpakaian preman.

“Maaf kang, saya tidak bisa menyebutkan orangnya. Kalau sampai dia tahu, nanti pasti jadi masalah buat saya,” jawabnya saat ditanya identitas orang yang dimaksud.

Informasi yang dihimpun media online ini, data dari UMKM Kota Bogor terdapat sekitar 700-1000 pedagang sayuran yang berjualan di malam hari. Jumlah tersebut belum termasuk mereka yang berjualan di Jalan Pedati dan Jalan Lawang Saketeng. Meski sudah berulangkali ditegur lurah, camat setempat hingga Muspika Bogor Tengah, namun hal itu tidak membuat efek jera.

“Walikota Bima Arya, pada bulan Mei tahun 2015 lalu menyatakan membolehkan PKL berjualan malam di Jalan Otista. Asal jualannya mulai pukul 21.00 hingga 06.00 WIB,” dalihnya.

Pantauan media online ini, Jalan Suryakencana dan Jalan Otista saat ini dipenuhi PKL. Mereka bukan hanya menggelar lapak di trotoar, tapi sudah memasuki badan jalan. Akibatnya, lalu lintas dari arah Tugu Kujang menuju Pasar Bogor tidak dapat dilintasi kendaraan.

Anehnya, kendati pedagang sayuran malam di Jalan Otista dan Jalan Suryakencana sudah berjualan di badan jalan dan menganggu lalu lintas, namun Satpol PP Kota Bogor seperti enggan melakukan penertiban. Terbukti, dalam 3 hari ini, Satpol PP hanya menggeber penertiban PKL di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah.

“Saat ini PKL yang menguasai Jalan Dewi Sartika jumlahnya bertambah satu setengah kali lipat. Penambahan terjadi karena pedagang lama menambah jualannya dan ditambah dengan pedagang baru. Penertiban dilakukan selama tiga hari ini. Hari pertama (red.Selasa (14/6/2016), Jalan Dewi Sartika, besok (red. Rabu (15/6/2016) di Jalan MA Salmun dan hari ketiga patroli di dua lokasi tersebut,” tukas Kepala Bidang Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Bogor, Agustiansyah. (eko)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait