Rabu, 30 November 22

Pilwakot Bogor, Sugeng Teguh Santoso Siap Maju dari PDIP

Sekretaris DPN Perhimpunan Advokat Indonesia pimpinan Luhut Pangaribuan, Sugeng Teguh Santoso yang akan maju sebagai bakal calon walikota di pilkada 2018 mendatang dipastikan akan mendaftar melalui PDI Perjuangan pada 20 Mei mendatang. Advokat senior yang juga Ketua Front Pembela Indonesia ini sebelumnya sudah bertemu dengan Badan Pemenangan Pemilukada (Bapilu) PDIP Kota Bogor.

“Ya, Bapilu PDI Perjuangan Kota Bogor saat ini sedang menjaring tokoh-tokoh masyarakat yang dinilai memiliki pengaruh untuk ikut kontestasi Pilkada 2018. Nama saya adalah salah satunya yang masuk dalam radar PDI Perjuangan,” kata pria yang akrab dipanggil STS kepada indeksberita.com saat bersilaturahmi dengan jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Jalan Ahmad Yani II No 4 Tanahsareal, Rabu (10/5/2017).

Partai besutan Megawati Soekanoputri tersebut memang bukan mesin politik yang asing baginya. Kata STS, sejak kasus 27 Juli 1996, dirinya sudah membela para simpatisan PDI-P yang diserang kelompok lain yang didukung pemerintah era Orde Baru berkuasa. STS juga mengaku sangat mengapresiasi atas langkah dan kinerja Bapilu PDI-P dan DPC PDI-P Kota Bogor yang memperhitungkan dirinya bahkan menilai masuk kriteria sebagai calon. Dia berharap proses yang dilakukan dari bawah tersebut sampai di PDIP Pusat.

“Saya akan mengikuti penjaringan, meski saya tetap bekerja di akar rumput untuk melakukan sosialisasi dan menjaring masyarakat sebagai pendukung suara, karena ini akan dibutuhkan juga oleh partai,” tandas pria yang pernah tergabung dalam Tim Pengacara Demokrasi Indonesia (TPDI).

Sementara, Sekretaris Bapilu PDI Perjuangan Kota Bogor Iwan Iswanto mengatakan, STS merupakan figur yang sudah memiliki rekam jejak diperhitungkan. Dia juga berharap STS bisa bergabung dalam keluarga besar PDI Perjuangan.

“Ditataran elit, Pak Sugeng ini masuk di tataran para calon yang memiliki kekuatan, kami berharap sekali Pak STS bersedia menerima tawaran ini,” kata Iwan.

Proses tahap penjaringan dengan pengambilan formulir, lanjutnya, dilakukan Tanggal 20-30 Mei 2017, setelah itu BP Pemilu akan melakukan verifikasi selama 3 hari dan hasilnya baru di laporkan ke DPC dan DPP PDI Perjuangan.

“DPC PDI Perjuangan hanya melakukan proses penjaringan balon kepala daerah. Terkait nantinya siapa yang dinilai layak, keputusan itu ada di DPP PDI Perjuangan,” tuntasnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait