Rabu, 30 November 22

Pilwakot Bogor, KPUD akan Semprit Cawalkot yang Memasang Iklan di Media

September 2017 mendatang, KPUD Kota Bogor akan memulai tahapan pemilihan walikota (pilwakot) dimulai dari penjaringan dan penetapan data pemilih sementara. Selanjutnya, pada bulan November, Pilwakot Bogor akan berlanjut pada tahapan penetapan Data Pemilih Tetap (DPT).

Kemudian, Desember diteruskan pendaftaran calon perorangan dan Januari 2018 pendaftaran calon dari partai politik. Pilkada serentak yang digelar 20 Juni 2018. Demikian dikatakan Ketua KPUD, Undang Suryatna kepada para awak media, Sabtu (29/4/2017).

“Pemungutan suara pilkada serentak akan berlangsung 20 juni 2018. Anggaran pilkada Kota Bogor Rp40 M. Bagi calon idependen,  Desember adalah batas akhir pendaftaran. Sementara, warga Kota Bogor yang memilih hak pilih yakni 758.581. Angka ini diambil dari jumlah DPT pada Pemilu presiden sebelumnya yakni sebesar 680 ribu pemilih. Rata-rata kenaikan jumlah pemilih dari tahun ke tahun sebesar 2,5 persen,” kata Ketua KPUD Kota Bogor saat gelar gathering media.

Dia melanjutkan, pelaksanaan Pilkada Kota Bogor mendatang berbeda dengan sebelumnya. Alat peraga kampanye sudah diatur sehingga tidak akan ada lagi atribut yang bertebaran di pinggir jalan atau sudut-sudut kota.

“Berbeda dengan pilkada dulu, salah satunya soal kampanye pasangan calon tidak bisa lagi beriklan di media secara sendiri-sendiri, tetapi sudah diatur dan dibiayai oleh APBD, dan jika ada yang beriklan akan dikenai sanksi pembatalan pencalonannya,” lanjutnya.

Para pemilih hak pilih pada DPT, sambungnya, wajib memiliki KTP elektronik. Sementara itu, keterangan Disdukcapil Kota Bogor, tercatat sekitar 16 ribu warga belum melakukan perekaman data e-KTP.

“Saat dilakukan koordinasi, Disdukcapil Kota Bogor sudah melakukan upaya dengan sistem jemput bola, agar 16 ribu warga yang belum melakukan perekaman bisa segera terselesaikan,” tuturnya.

Bagi calon perorangan, pengumpulan e-KTP akan jadi ukuran untuk memenuhi persyaratan pembuktian jumlah dukungan sekitar 51 ribu.

“Bagi yang sudah melakukan perekaman e-KTP tetapi belum diterbitkan, dapat dibuktikan dengan surat keterangan dari Disdukcapil yang terpenting sudah memiliki NIK,” tutupnya.

Informasi terkini, ada beberapa nama politisi yang akan maju di Pilkada Kota Bogor. Kabar yang dihimpun media online ini, Partai Demokrat akan mengusung calon tunggal Usmar Harimar yang saat ini menjabat sebagai wakil walikota, sementara Bima Arya Sugiarto asal PAN disebut-sebut akan kembali maju memperebutkan kursi walikota mendatang. Sementara, calon tunggal juga berasal dari PPP yakni Zaenul Mutaqin, sedangkan calon dari Partai Hanura yakni Bagus Karyanegara.

Sedangkan PKS sudah menjaring 3 nama yang nantinya akan diseleksi yakni Najamudin, Jajat Sudrajat dan Ahmad Ru’yat. PDI Perjuangan sendiri baru akan membuka pendaftaran 20 Mei nanti. Nama balon kepala daerah sementara ini adalah Dadang Iskandar Danubrata, Erik Suganda, Teddy Risandi yang nantinya akan diputuskan oleh DPP PDI Perjuangan yang dianggap layak.

Data perolehan suara Pileg 2014 Kota Bogor yang dikutip dari KPUD, PDI Perjuangan menempati posisi teratas dengan perolehan suara terbanyak yakni 92.673 suara sah (18.75%), disusul Partai Golkar sebanyak 71.246 suara (14.41%), Gerindra sebanyak 56.686 (11.47%), PKS 56.732 suara (11.48%), PPP sebanyak 47.325 (9.57%), Partai Demokrat 47.083 (9.52%), PAN 28.923 (5.85%), Hanura 28.682 suara (5.80%), Nasdem 21.864 (4.42 %), PKB sebanyak 21.324 (4.31%), PBB 17.485 (3.54%) dan PKPI sebanyak 4.328 suara (0.885). Sebagai informasi, Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilihan legislatif 2014 lalu yakni sebanyak 681.090 pemilih.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait