Kamis, 11 Agustus 22

Pilih Tokoh Rasis jadi Penasihat Strategis, Trump Dikecam

Keputusan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump memilih tokoh yang dikenal sebagai penghasut sayap Kanan, Stephen Kevin Bannon, dikecam Demokrat, kelompok-kelompok hak sipil, dan bahkan politisi Partai Republik. Trump menjadikan Bannon sebagai sebagai penasihat kuncinya di Gedung Putih. Para pengecam menyebut pemilihan Bannon ini akan melesatkan gerakan nasionalis kulit putih ke level puncak Gedung Putih.

Dalam pemilihan anggota kabinet pertamanya sejak menang secara mengejutkan terhadap Hillary Clinton pekan lalu, Trump mengangkat Bannon sebagai kepala strategi dan penasihatnya, sedangkan orang dalam Washington Reince Priebus ditunjuk sebagai kepala staf Gedung Putih sehari sebelumnya. Trump menilai kedua orang itu akan berbagi tugas untuk memandu pemerintahannya sebagai “mitra yang sejajar”.

Pemilihan Priebus dianggap sebagai sinyal damai dari keinginan Trump bekerja sama dengan Kongres setelah dia dilantik pada 20 Januari 2017 mendatang.

Kecaman atas pengangkatan Bannon muncul karena sosok itu menjadi aktor di balik bergeseranya laman Breitbart News menjadi forum “alt-right”, sebuah forum online beranggotakan neo-Nazi, para pendukung supremasi kulit putih dan anti-Semit (anti-Yahudi).

“Donald Trump telah mengundang seorang nasionalis kulit putih masuk ke pososi tertinggi pemerintahan,” kata Senator Demokrat Jeff Merkley yang meminta Trump membatalkan pilihannya itu.

Demokrat dan kelompok Kiri menyebut Bannon promotor rasisme dan kebencian terhadap wanita yang didukung kelompok supremasi kulit putih Ku Klux Klan (KKK).

“Ini hari yang menyedihkan ketika orang yang memimpin laman utama ‘alt-right’ –forum beranggotakan para nasionalis kulit putih dan para rasis anti-Semit yang memalukan– akan menjadi anggota senior di rumah rakyat,” kata Jonathan Greenblatt, ketua Liga Anti-Defamasi.

Pemimpin Demokrat di DPR, Nancy Pelosi, menyatakan penunjukkan Bannon mengirimkan “sinyal berbahaya bahwa Presiden terpilih Trump tetap memiliki visi penuh kebencian dan memecah belah yang menjelaskan kampanyenya.”

Bahkan para politisi konservatif dan Republik juga menyuarakan kekhawatiran. Evan McMullin, yang pernah menjadi bakal calon presiden independen kubu konservatif, membayangkan di Twitter bahwa para pemimpin nasional Republik bakal mengutuk Banon yang anti-Yahudi itu.

John Weaver, penasihat utama Gubernur Ohio John Kasich yang menjadi salah satu lawan Trump dalam proses pemilihan calon presiden dari Partai Republik, mencuit bahwa “ekstrem Kanan fasis dan rasis terwakili jejaknya di Ruang Oval (Gedung Putih). Waspadalah Amerika.”

Priebus membela pemilihan Bannon dengan menyebut Bannon sebagai orang yang bijaksana dan mantan perwira angkatan laut yang sangat terdidik. Priebus menyebut Bannon tidak terbukti berpandangan rasis atau ekstremis sebagaimana dituduhkan orang-orang.

 

/Reuters, Antara

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait