Sabtu, 2 Juli 22

Pijat Plus-plus, Om Bayar, Om Senang

BOGOR – Jasa pijat plus-plus di perlintasan Jalan Gunungputri, Kabupaten Bogor, makin merebak bak jamur di musim hujan. Kendati berulangkali diprotes, namun keberadaan layanan pijat yang para pelangganya kaum pria ini seolah tidak pernah tersentuh hukum.
Pantauan media online ini, di kanan dan kiri jalan Gunungputri banyak jasa pijat yang disinyalir menjadi lokasi praktik prostitusi terselubung. Bagi mereka yang awam, jika semula berniat mencari pijat kesehatan tidak mustahil bisa masuk perangkap ke layanan ‘plus-plus’.
Penelusuran indeksberita.com, sejumlah rumah tradisional yang menjajakan jasa pijat dilingkungan jalan beton lintasan truk-truk besar antara Cileungsi menuju Citereup mulai pukul 09.00 hingga 23.00. Umumnya, tarip per jam yang ditawarkan dipatok Rp100 ribu – Rp150 ribu.
“Soal harga, standar mas. Cuma Rp100 ribu per jam. Kalau mau lebih, tinggal didiskusikan saja,” tukas terapis di rumah ‘Pijat Sehat’, Dina (23) –nama samaran- saat indeksberita.com minta komentarnya, Senin (15/2/2016).
Wanita bercelana pendek yang menggunakan kaos ketat itu mengaku belum lama bekerja di rumah pijat bercat hijau yang letaknya disisi jalan Gunungputri.
Tugasnya memijat tamu dari ujung kaki sampai ujung kepala. Termasuk memberikan servis pijat plus dengan tambahan tip. Soal bayaran, dia mengaku honor yang diperoleh tidak tentu karena tergantung jumlah tamu yang dipijatnya.
“Saya cuma dapat fee Rp15 ribu hingga Rp20 ribu dari tiap tamu. Memang kecil honornya. Karena itu, sampingan saya dari tips tamu,” tuturnya.
Soal layanan pijat plus-plus, ia mengaku menolak memberikan layanan. Tapi, sambung Dina, beberapa rekannya di jasa pijat serupa ada yang memberikan servis tersebut.
“Kalau cerita teman saya, sering memijat tamu tanpa busana. Tapi, kalau saya tidak mau ah. Tarip begituan, semua hasil kompromi om senang om bayar,” ujarnya, lagi-lagi dengan senyum centil. (eko)
- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait