Rabu, 30 November 22

Pianis Michael Anthony : Mukjizat Sang Pianis Difabel

Antrian panjang bahkan sudah dimulai dari pintu gerbang Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Detektor memeriksa satu persatu tas bawaan penonton, yang antri hingga ke bibir jalan. Antusiasme orang tua dan anak-anak nampak tersirat diwajah mereka, saat antrian kedua di depan tangga pintu masuk ruang pertunjukan. Semua menanti pertunjukan Resital Piano Tunggal, dari pianis difabel Michael Anthony Kwok,  jelang penampilannya sekitar pukul 17.00 WIB, pada Sabtu, pekan lalu (08/04)

“Bukan sekadar pianis jenius, tapi dia adalah mukjizat. Micahel satu-satunya didunia. Seorang pianis difabel remaja, tua netra sekaligus autis, berusia 14 tahun, yang memainkan Sonata Bethoven dengan sangat sempurna. Dia adalah Michael Anthony!,” tandas Jaya Suprana, saat membuka acara resital tersebut, sebagai host dalam acara bertajuk ‘Michael Anthony Kwok – Blind and Autistic Young Pianist.

Betapa tidak nada-nada klasik yang dimainkannya, dari satu not ke not lainnya, nyaris tanpa cacat, Mengalir lancar dan terbilang presisi diantara tuts-tuts piano. Satu persatu nomor-nomor klasik dimainkannya. Mulai dari  Rhapsody Lir Ilir by Jaya Suprana, The Harmonious Blacksmith by GeorgeFrideric Handel, Rondo Capriccioso, OP 14 by Felix Mendelsschn, Prelude in G Minor, Op 23 no. 5 by Sergei Rachmaninoff, Danzas Argentina by Alberto Ginastera, Prelude from Pour Le Piano by Claude Debussy, Hungarian Rhapsody by Franz List dan nomor paling rumit, Sonata Op 57 no.23 “Appasionata” by Ludwig Van Beethoven.

Michael Antony di Erasmus Huis

Foto Michael Antony di Erasmus Huis

Maka pada setiap jeda, Michael Anthony Kwok menerima big applause, bahkan standing applause yang diberikan oleh lebih kurang 350 penonton, termasuk sejumlah wartawan musik,  yang memadati ruang resital piano dengan akustik yang mumpuni, menambah kemegahan penampilan Micahel. Keluarganya yang duduk dideretan penonton, tak kuasa menahan rasa haru yang amat dalam, menyaksikan apresiasi dari penonton pada anak bungsu mereka dari 2 bersaudara ini.

“Kami sangat senang, bangga dan bahagia atas pencapaian Michael. Sejak belajar piano dari usia 6 tahun, kami tak menyangka hasilnya seperti ini. Ini sebuah anugerah bagi kami sekeluarga yang harus kami syukuri setiap hari,” ungkap ibunda Michael dan ayahanda, yang tak sanggup menahan bulir-bulir air mata dipipinya.

Dipenghujung penampilannya, Michael Anthony yang bakat musikalnya mendapat sentuhan dari Sang-Mentor Ivanna Tjandra, Oerip Santoso khusus belajar piano klasik serta jazz dan blues dari Tamam Hoesein, terus mendapat tepukan tangan bergemuruh dari penonton. Padahal ia telah hilang dari balik panggung. Tak berapa lama, Michael muncul kembali sembari tersenyum manis dan ikut bertepuk tangan dengan gerakan khas anak-anak autis serta gerakan kepala khas penyandang tuna netra.

Ia kembali duduk di depan Grand Piano berwarna hitam. Jemarinya langsung menyentuh tuts piano, dan not not mengalun kembali, membawa penonton dalam suasana romantisme dan penuh keharuan. Kali ini  para pentonton yang sedari awal diam terkagum-kagum, malah sing a long dalam lagu Beauty and The Beast.

Michael Anthony bersama Jaya Suprana, menerima MURI

Michael Anthony bersama Jaya Suprana, menerima MURI

Ini sekaligus menutup resital piano tunggal Michael Anthony Kwok, yang bulan Mei mendatang akan terbang ke Sydney, tampil dalam reportoar yang serupa di ruang Recital Piano Opera House. Sebelumnya, ditahun 2014 Michael pernah tampil dalam Indonesia’s Got Talent dan Pyeongchang Special Music Festival di Korea Selatan, Anak Indonesia Hebat di Metro TV (2015) dan berturut-turut sepanjang tahun 2016  tampil di Singapura, Malaysia dan dalam acara AnAn Autistic Talent Gala di Hongkong.

Akhirnya, Michael Anthony pun berhak menerima penghargaan sebagai “Pianis Klasik Remaja, Tuna Netra dan Autis Pertama di Dunia”, dari Museum Record Indonesia. Dan menurut Jaya Suprana, setelah tampil di Opera House Sydney, Michael akan diajukan untuk menerima penghargaan dari Guiness Book Records.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait