Kamis, 7 Juli 22

PGI: Umat Islam Berhak Merayakan Idul Fitri yang Damai dan Menggembirakan

Satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H, kembali kita dikejutkan dengan teror bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Jawa Tengah. Selain di Solo, yang lebih mengejutkan lagi, teror bom bunuh diri juga terjadi secara hampir bersamaan di 3 tempat di Arab Saudi, yaitu: di dekat Mesjid Nabawi di Madinah, di dekat sebuah mesjid Syiah di Qatif dan di dekat konsulat AS di Jeddah.

Atas kejadian tersebut, PGI mengecam keras dan mengutuk pelaku teror bom ini. PGI juga menyatakan simpati dan duka untuk para korban sambil berdoa agar diberi kekuatan dan proses pemulihan berlangsung dengan cepat, mengingat hak umat muslim untuk bisa merayakan Idul Fitri dengan kegembiraan dan kedamaian. 

Itulah inti pesan dalam keterangan pers Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yang kami terima pada Selasa (5/7/2016) malam ini di Jakarta.

Saat di hubungi oleh indeksberita.com, Kepala Humas PGI, Jeiry Sumampow menyatakan bahwa, teror yang terjadi di beberapa tempat yang justru dilakukan menjelang Idul Fitri sangat memprihatinkan. Bukan hanya bagi umat muslim, juga bagi seluruh umat beragama.

“Setiap terjadi aksi teror, apalagi dengan bunuh diri, selalu akan membuat kita prihatin. Apalagi ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri, sebuah hari raya yang sangat penting bagi saudara kita yang beragama Islam,” tutur Jeiry kepada indeksberita.com

PGI juga meminta agar pihak kepolisian segera mengungkap pelaku dan jaringannya serta menindak tegas pelakunya, baik perorangan atau kelompok yang terlibat. PGI mendukung penuh upaya pihak kepolisian untuk menindak pelaku teror tersebut.

Mengamati fenomena makin sering dan luasnya aksi teror seperti itu (teror bunuh diri menjelang hari raya dengan cakupan wilayah yang semakin luas di berbagai negara), maka PGI melihat bahwa perlu ada sinergi antar lembaga untuk melawan pelaku teror ini. 

Perang terhadap terorisme, lanjutnya, harus dilakukan secara bersama, tidak saja oleh pemerintah, tapi juga oleh lembaga agama dan kelompok-kelompok dalam masyarakat, bahkan jika perlu kerjasama lintas negara.

“PGI akan mendorong  Pemerintah Indonesia untuk menginisiasi percakapan internasional untuk membicarakan strategi bersama seluruh dunia untuk melawan terorisme. Itulah langkah  kongkrit yang akan dilakukan oleh PGI,” pungkas Jeiry mengenai langkah prioritas yang akan dilakukan PGI kedepan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait