Rabu, 29 Juni 22

Petugas Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Dalam Lapas Kota Agung Diapresiasi Sesditjen PAS

Tinto Dwi Nata petugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Agung di Lampung, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas. Narkoba yang diselundupkan tersebut berupa pil ekstasi berwarna hijau sebanyak 50 butir.

Dedikasi dan kinerja petugas lapas tersebut diapresiasi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjen PAS) Sri Puguh Budi Utami, saat apel pagi pada Senin 26 Maret 2018.

“CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) merupakan agent of change. Seperti yang dilakukan oleh CPNS di Lapas Kota Agung yang menggagalkan upaya penyelundupan ekstasi. Kita patut apresiasi,” ucap Utami sapaan akrab Sekretaris Ditjen PAS.

Utami juga menuturkan, bahwa dengan banyaknya tambahan personil penjaga tahanan di CPNS Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) 2017, diharapkan kejadian serupa dapat diantisipasi dan tidak terulang kembali.

Sesditjen PAS ini menambahkan, tiap petugas di Lapas se-Indoesia harus tetap waspada dengan narkoba, karena akan menimbulkan masalah yang lebih besar.

“Narkoba adalah hal yang harus kita lawan,” ucapnya tegas.

Barang bukti ekstasi di Lapas Kota Agung Lampung
Barang bukti ekstasi di Lapas Kota Agung Lampung

Sebelumnya, berhasil diungkapnya upaya penyelundupan ekstasi ke dalam Lapas Kota Agung oleh CPNS penjaga tahanan Tinto Dwi Nata, saat sedang berjaga di Pos Jaga Atas, pada Kamis 22 Maret 2018.

Sri menjelaskan, Tinto saat itu mencurigai gerak-gerik seorang pengunjung yang terburu-buru sembari memberikan barang titipan, kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kota Agung berinisial FW.

Atas dasar kecurigaan tersebut Tinto langsung melapor kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Fajar Ferdinan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada FW.

“Dari hasil pemeriksaan oleh petugas, ditemukan barang bukti berupa 2 batang rokok di dalam bungkusnya berisi 50 butir pil ekstasi. FW pun segera diamankan dan diinterograsi. Lalu FW pun mengakui kepada petugas pil ekstasi tersebut adalah miliknya,” tuturnya.

Utami menambahkan sebagaimana informasi dari Kepala Lapas Kota Agung Heru Suprijowinardi, WBP bernisial FW langsung dimasukkan ke dalam kamar straft cell. Yakni kamar sementara khusus untuk WBP yang melanggar disiplin

Pasca mendapatkan laporan kejadian tersebut, pada Jumat 23 Maret 2018 pukul 11.30, Sri melanjutkan, anggota Polres Tanggamus langsung mendatangi Lapas Kota Agung untuk dilakukan serah terima barang bukti.

“Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan lebih kanjut kepada WBP atas nama FW tersebut,” ucapnya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait