Kamis, 1 Desember 22

Pesan Waisak Menko Luhut : Tidak Perlu Takut Menjadi Warga Negara Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan, meminta umat Budha untuk ikut menjaga persatuan dan keharmonisan bangsa dalam bermasyarakat, dan memberi kasih sayang pada sesama seperti yang diteladankan Sang Buddha.  Itulah pesan Waisak Menko Luhut pada perayaan Hari Suci Waisak  di Wihara Ekayana Arama, Jakarta.

“Negeri ini dilahirkan sebagai bangsa yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa kita tidak boleh pecah hanya karena keberagaman itu. Semua harus menahan diri demi persatuan dan kesatuan bangsa. Kita tidak boleh takut menjadi warga negara Indonesia. Semua sama di mata hukum, kita harus menghormati hukum,” ujarnya kepada wartawan usai mengikuti perayaan Hari Suci Waisak 2615, di Wihara Ekayana Arama di Jakarta, Kamis (11/5).

Dalam sambutannya Menko Luhut juga meminta umat yang hadir untuk menghilangkan sekat=sekat perbedaan dengan masyarakat di sekitar lingkungan mereka. Bukan hanya menghilangkan sekat-sekat perbedaan, umat Budha dimintanya pula untuk meningkatkan kepekaan sosial.

“Seperti yang diajarkan sang Buddha,  kita harus memberi kasih sayang dan membantu orang yang membutuhkan, mari kita bantu orang yang kesusahan, perhatikan mereka. Tidak perlu takut, sepanjang anda berjalan pada koridor hukum teguh pada aturan dan berada di jalan yang benar,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Ia memberi contoh kesederhanaan dan kebaikan yang ditunjukkan oleh Presiden Joko Widodo.  “Presiden mengayomi seluruh masyarakat tanpa melihat suku, agama dan golongan, lewat pembangunan, Kalau hanya ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi saha, Presiden bisa saja fokus pada satu daerah tapi beliau membangun Indonesia hingga seluruh pelosok tanah air kita, ” ujarnya yang disambut hangat para hadirin.

Oleh karenanya, menurut Menko Luhut seluruh elemen bangsa harus berpartisipasi menjaga keutuhan bangsa. Dan bangsa yang utuh, masih menurutnya, akan lebih berpeluang untuk menjadi bangsa yang besar.

“Kita semua sama warga indonesia dari Papua, Sabang, Merauke hingga Aceh tidak boleh terpecah belah. Kita harus menjadi satau bangsa yang kuat, hilangkan kebencian antas sesama yang membuat perpecahan dalam bangsa karena Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat,” ujarnya menutup kata sambutan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait