Rabu, 6 Juli 22

Pertimbangan Keamanan, Debat Publik Cabup Bogor Batal Digelar di Ciawi

Debat publik yang diikuti lima pasangan calon (paslon ) Bupati dan Wakil Bupati Bogor yang semula direncanakan di kampus IPC University PT. Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia di Jalan Beringin 1, No 1 Pandansari Ciawi, dipindah ke ke Gedung Tegar Beriman Pemda Cibinong. Tersiar kabar, debat publik Cabup Bogor terpaksa pindah lokasi karena pertimbangan faktor keamanan.

Gelaran acara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor ini akan dipublikasikan stasiun televisi swasta TV One, pada Rabu (9/5/2018) pukul 19:30 WIB. Komisioner KPU Kabupaten Bogor Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Mustaqim saat dikonfirmasi kabar tersebut membenarkan pemindahan lokasi acara dilakukan karena pertimbangan keamanan.

“Dari hasil rapat sudah diputuskan lokasi debat publik tidak jadi di Ciawi, melainkan dipindah ke Gedung Tegar Beriman. Sebab, pengamanannya jadi lebih dekat dengan polres. Terkait waktu debat tidak berubah,” ujar Mustaqim, baru-baru ini.

KPU Kabupaten Bogor memberlakukan ketentuan, debat publik yang diikuti lima paslon tersebut nantinya hanya boleh menyertakan maksimal 50 orang pendukungnya.

Kelima Paslon Kepala Daerah Kabupaten Bogor tersebut yakni Ade Wardhana Adinata dengan Asep Ruhiyat yang mendapat nomor urut 5 dari jalur independen. Selanjutnya paslon yang juga dari jalur perseorangan, Gunawan Hasan dengan Fikry Zulfikar Irama atau Vicky Rhoma dengan nomor urut 4.

Kemudian, paslon Ade Ruhandi dan Ingrid Kansil yang didukung PKS PAN, Demokrat, PKPI dengan nomor urut 3. Selanjutnya, Ade Yasin-Iwan Setiawan, yang didukung PPP, PKB, Gerindra, dengan nomor 2 dan paslon Fitri Putra Nugraha dengan Bayu Syah Johan dari nomor urut 1 yang didukung PDI Perjuangan dan Hanura.

Informasi dari KPU Kabupaten Bogor, total pendukung keseluruhan yang akan hadir di debat ada 250 pendukung dari lima paslon. Pernyataan maaf juga disampaikan KPU karena tidak semua masyarakat bisa menyaksikan di lokasi langsung dan menyarankan menyaksikan secara live di stasiun televisi swasta, TV One.

“Karena, kapasitas gedungnya hanya 550 orang. Di luar pendukung, ada sekitar 100 undangan VIP dan selebihnya undangan biasa. Jadi, masyarakat bisa menyaksikan di layar kaca karena disiarkan langsung,” imbuhnya.

Untuk tim perumus pertanyaan, KPU Kabupaten Bogor melibatkan akademisi dan kalangan profesional. Mereka berasal dari Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pakuan (Unpak), Universitas Djuanda (Unida) dan kalangan profesional. (ok)

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait