Kamis, 6 Oktober 22

Perombakan Kabinet Usai Lebaran

Isu reshuffle kabinet kembali mengemuka menjelang lebaran baru-baru ini. Bagi sebagaian orang, kabar ini menjadi bahan olok-olok, bahwa kabar itu semacam “hadiah lebaran” bagi yang namanya tercantum, baik yang akan masuk atau yang (terpaksa) keluar. Dari selebaran yang beredar lewat media sosial, Presiden Jokowi akan mengumumkan perombakan kabinet pada 14 Juli.

Kini tanggal itu sudah lewat, dan belum ada kabar lanjutan soal perombakan kabinet itu. Dalam selebaran itu juga disebut-sebut, siapa kira-kira akan yang keluar, dan siapa kira-kira penggantinya. Atau nama-nama lain yang sekadar bergeser.

 

Distribusi Kekuasaan

Saya kira daftar nama tersebut tidak terlalu penting, bisa jadi nama-nama itu bersifat spekulatif, meskipun ada juga yang logis. Yang lebih penting adalah, dengan selalu munculnya isu perombakan kabinet, berarti ada sesuatu di lingkaran dalam Istana. Bahwa peta politik sangat dinamis, ada pergeseran peta distribusi kekuasaan, terutama pasca bergabungnya Golkar dan PAN.

Sudah beredar nama-nama untuk perombakan kabinet, namun ada beberapa nama yang kurang meyakinkan. Misalnya, Rini Soemarno (Menteri BUMN) akan digeser sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) menggantikan Teten Masduki. Sementara Teten akan diangkat sebagai Menteri Agraria, menggantikan Fery Mursyidan Baldan (representasi Nasdem). Fery sendiri belum jelas akan kemana.

Saya kira Rini dan Teten tetap di posisi masing-masing. Keduanya sudah firm di mata Jokowi. Berita yang lebih logis, kalau ada nama yang masuk dari Golkar. Salah satu yang disebut-sebut adalah Idrus Marham (Sekjen Partai Golkar), namun yang jelas tidak untuk menggantikan Rini dan Teten. Dengan masuknya menteri dari unsur Golkar, kemungkinan besar yang dikorbankan adalah menteri dari unsur Hanura dan Nasdem, sebagai efek dukungan mereka terhadap Ahok, sebagai calon (incumbent) Gubernur Jakarta. Ahok terlihat jelas sedang bermasalah dengan PDIP (Megawati).

Nama lain yang disebut-sebut akan masuk adalah Mulfachri Harahap (kader PAN, anggota Komisi III DPR RI). Kabar yang beredar Mulfachri akan menggantikan posisi Yudi Chrisnandi (Hanura) atau Imam Nachrowi (PKB, Menteri Pemuda dan Olahraga). Yudi masih ada backup dari Jusuf Kalla, bila Yudi tetap bertahan, berarti Imam yang keluar dari kabinet. Artinya posisi menteri dari PKB, juga rawan posisinya.

 

Dampak ke Rakyat

Hadiah yang paling pahit tentu akan dirasakan oleh Sutiyoso (Kepala BIN). Namanya sudah disebut-sebut bakal digantikan Komjen Budi Gunawan, saat Komjen Budi Gunawan (BG) gagal menjadi Kapolri. Kini kabar penggantian Sutiyoso semakin kuat, setelah terjadi bom bunuh diri di halaman Mapolresta Solo, sehari sebelum lebaran. Dimana kota Solo sejak lama dikenal sebagai basis gerakan Islam garis keras.

Peristiwa bom di Solo hari ini bisa dijadikan dalih untuk segera mengganti Sutiyoso. Dengan menjadi Kepala BIN, bintang BG bisa menjadi 4 (jenderal penuh). Kabarnya surat keputusan sebagai Jenderal (bintang 4) sudah keluar, bersamaan dengan Jenderal Tito Karnavian (Kapolri), dan bintang 3 (Komjen) untuk Irjen Lutfie Lubihando (Calon Wakapolri, Akpol 1984).

Rakyat sendiri sepertinya sudah tidak begitu perhatian pada isu tersebut, mengingat beban kehidupan mereka sudah menumpuk. Kasus terakhir adalah soal vaksin palsu dan kemacetan berkepanjangan di jalan tol (Brebes), minggu depan atau bulan depan tentu ada masalah baru lagi. Sementara masalah harga sembako, khususnya daging sapi, belum turun juga. Vaksin palsu dan daging sapi berkorelasi langsung dengan kualitas pertumbuhan anak bangsa, kalau asupan itu bermasalah, berarti rawan pula masa depan generasi muda kita.

Seandainya memang terjadi perombakan kabinet, yang dinanti publik adalah bagaimana pemerintah responsif mengatasi problem rakyat kecil. Tentu rakyat kecil tidak tahu detail nama menteri atau dirjen, bahkan mahasiswa pun mungkin tidak hafal nama anggota kabinet, karena sering berganti. Nama menjadi tidak penting, yang lebih penting adalah bagaimana, keberadaan para birokrat atau elite politik itu benar-benar memberi manfaat bagi rakyat.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait