Selasa, 3 Oktober 23

Penyebaran Virus Zika, Siti Fadilah: Alamiah ataukah Rekayasa Manusia?

Mantan Menteri Kesehatan 2004-2009 Siti fadilah Supari mengatakan, asal usul masuknya virus Zika ke Indonesia harus diselidiki dengan cermat. Penyelidikan itu penting untuk mengetahui apakah penyebarannya terjadi secara alamiah ataukah hasil rekayasa manusia.

Menurut Siti, kejadian berjangkitnya flu babi (swine flu) Mexico beberapa tahun lalu harus menjadi pelajaran yang berharga bagi negara-negara yang ekonominya sedang berkembang. Flu Babi yang terjadi di Mexico menimbulkan kerugian ekonomi nasionalnya secara bermakna. Karena itu, pemerintah sudah sewajarnya menganggap “serius” penyebaran virus Zika ini ke Indonesia.

“Apakah penyebaran virus Zika di Indonesia terjadi secara alami atau rekayasa manusia hanya bisa diselidiki secara epidemiologi yang mendalam atau surveillance. Perjalanan penyakit ada kronologisnya yang logis sehingga jelas penyebarannya,” ujarnya kepada pers di Jakarta, Selasa (6/9/2016)

Selain mewaspadai penyebarannya pemerintah juga diminta memberi perhatian dan perlindungan khusus pada ibu hamil agar tidak digigit nyamuk pembawa virus Zika.

Mantan menteri kesehatan yang pernah mengatasi wabah flu burung pada manusia Indonesia tahun 2008 lalu ini mengatakan, sebenarnya kasus Zika diIndonesia ini wajar karena iklimnya cocok dan ada nyamuk Aedes Aegypti yang bisa membawanya Nyamuk ini sudah sangat familiar hidup di Indonesia dan biasanya nyamuk tersebut membawa virus demam berdarah atau virus Chikungunya.

“Penyebarannya sama dengan demam berdarah. Bayangkan kecepatan penularannya yang cepat meluas seperti demam berdarah. Perbedaannya, virus Zika tidak mematikan namun berbahaya pada ibu hamil, lain tidak,” ujar Siti Fadilah.

Lebih lanjut Siti menuturkan bahwa bila terjangkit pada ibu hamil maka anak yang dikandung akan lahir dengan kondisi cacat microcephaly, berupa ukuran tempurung kepala dan otak yang jauh lebih kecil dari ukuran normal.

Dalam beberapa kasus, sambungnya, infeksi virus Zika dapat menyebabkan Guillain Barre Syndrom (GBS) yaitu kelumpuhan syaraf. Menurut Centers of Disease Control and Prevention (CDC), lembaga Pengendalian dan pencegahan penyakit menular di Amerika Serikat, GBS adalah penyakit langka yang membuat sistem kekebalan seseorang menyerang sistem syaraf tepi dan menyebabkan kelemahan otot, bahkan apabila parah bisa terjadi kelumpuhan.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek membenarkan bahwa ada masyarakat yang terjangkit virus zika. Berdasarkan laporan yang ia terima, seorang yang terjangkit virus zika berada di Jambi. Penderita zika tersebut berasal dari suku Anak Dalam.

“Kebetulan. Jadi waktu itu melakukan penelitian untuk demam yang difokuskan dengue (demam berdarah). Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata ada virus zika yang positif,” kata Nila saat dicegat awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 30 Agustus 2016 lalu.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait