Kamis, 1 Desember 22

Penyebar Isu Polisi Merekayasa Bom Kampung Melayu ahirnya Minta Maaf.

Ahmad Rifai Pasra, warga Padang Panjang, yang ditangkap tim dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Minggu (28/5/2017), ahirnya meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, karena menebar isu Polisi merekayasa Bom Kampung Melayu, ahirnya Minta Maaf.

Sebelumnya Rifai mengunggah postingan ke media sosial melalui akun Facbook nya dan dalam postingan tersebut Rifai menuliskan status dengan judul “MEMBEDAKAN BOM BUNUH DIRI ASLI DENGAN REKAYASA!” yang isinya mengatakan bahwa Tragedi Bom bunuh Diri di Kampung Melayu,Jakarta  Timur pada 25 Mei 2017 lalu adalah Rekayasa Polri.

Muhammad Ihsan, Pengacara dari Ahmad Rifai mengungkapkan secara tertulis kepada media, Selasa (30/5/2017), bahwa klienya sangat menyesal atas apa yang telah di lakukanya melalui akun Facebooknya tersebut.

“ARP menyesal sehingga dia menuliskan surat permintaan maaf pada Bapak Kapolri dan penyesalan atas kebodohan dan kesalahannya menulis di FB sehingga menyakiti banyak orang,” ujar Ihsan

Sebagai tindak lanjut dari penyesalanya,lanjut Ihsan, Rifai telah menulis Surat Permohonan Maaf secara terbuka diatas materai 6000 ribu. Surat terbuka tersebut ditujukan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan seluruh Masyarakat Indonesia yang isinya sangat menyesali dan berjanji tak kan mengulangi perbuatanya.

Ihsan melanjutkan bahwa melalui Surat Permohonan Maaf secara terbuka tersebut,Klienya berharap Polri dan masyarakat Indinesia akan memaafkanya sehingga dirinya akan dapat segera kembali berkumpul dengan keluarganya setelah ditahan di Mabes Polri selama hampir 3 hari.

“ARP berharap bisa dimaafkan dan kembali berkumpul dengan keluarga karena ARP merupakan tulang punggung keluarga. Dia memiliki tanggungan keluarga yakni istri dan dua anak serta calon bayi yang tengah dikandung istrinya,”pungkas Ihsan.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah,Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran kepada  indeksberita.com mengungkapkan bahwa kendati Ahmad Rifai sudah meminta maaf, namun proses hukum tetap akan berjalan.

Fadil menuturkan bahwa memang saat ini sudah ada permohonan maaf secara terbuka dari Ahmad Rifai dan juga permohonan dari pihak keluarga agar penahanan yang bersangkutan ditangguhkan.

“Memang sudah ada permohonan maaf dan juga permohonan penangguhan penahanan terhadap yang bersangkutan. Tapi proses hukum akan tetap berlanjut dan tentang dikabulkanya atau tidak permohonan tersebut,itu tergantung Penyidik,” papar Fadil.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait