Senin, 26 September 22

‘Penunjukan Tito Bukan Hadiah, Polri Bahkan Bisa Bergejolak’

“Pilihan Jokowi atas Tito bukanlah tanpa risiko”

Jakarta – Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Komjen Pol Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri bukan hadiah bagi Tito, tapi merupakan beban berat. Pilihan itu bahkan potensial memunculkan tantangan dan gejolak di internal Polri.

Karena itu, lanjut Ismail, penunjukkan Tito menuntut kerja keras, soliditas, dan dukungan politik presiden

Demikian disampaikan Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani dalam siaran pers, Kamis (16/6/2016) terkait proses pergantian Kapolri.

“Pilihan Jokowi atas Tito bukanlah tanpa risiko. Organisasi Polri yang solid berpotensi bergejolak,” kata Ismail.

Namun, Ismail menambahkan, gejolak itu tidak akan mengemuka dan mempermalukan presiden yang memotong sejumlah angkatan dalam regenerasi di tubuh Polri. Lagipula, Tito memiliki kecakapan dan kepemimpinan mumpuni.

“Tito yang dipersepsi reformis dan progresif adalah antitesis dan jalan tengah dari kepolisian yang konservatif dan tarik menarik kepentingan dalam pencalonan Kapolri sebelumnya,” ujarnya.

Ismail menambahkan, oleh karena situasinya tidak biasa, fit and proper test harus betul-betul dijalankan serius untuk menggali dan memetakan potensi-potensi risiko termasuk strategi mitigasinya.

“Bukan hanya DPR yang akan menyimak tapi juga publik, sehingga agenda reformasi kepolisian yang menjadi tujuan presiden bisa dielaborasi dan memperoleh dukungan publik,” pungkas Ismail.
.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait