Senin, 26 September 22

Penjual Mie Boraks Terbesar se-DIY Ditangkap di Sewon Bantul

Bantul – Satuan Resnarkoba Polres Kulonprogo menggerebek pabrik industri rumahan mie kuning yang mengandung boraks di Sewon-Bantul, Selasa (9/8), dengan relasi penjualan terbesar di Yogyakarta. Diyakini sebagai buron lama, produsen mie diperkirakan telah beroperasi kurang lebih sepuluh tahun.

Penggerebekan dimula ketika AKBP Nanang Djunaedi memberikan mandat pada Urkes Polres Kulonprogo untuk mengecek kualitas makanan yang dijual di area Polres Kulonprogo. Setelah dilakukan pengecekan laboratorium, didapati tukang bakso menggunakan mie kuning dengan komposisi boraks yang juga telah dibeli di Pasar Beringharjo Yogyakarta.

Dipimpin oleh Iptu Nara, Sat Resnarkoba Kulonprogo melakukan penyelidikan dan mengamankan penjual mie boraks dari pasar Beringharjo. Setelah ditelisik, ditemukan pabrik produksi dimiliki oleh Ibu Wagirah (70 tahun) yang bertempat di RT. 09 Karangnongko Panggungharjo Sewon.

Wagirah tiap harinya dapat memproduksi 400-500 Kg per harinya dengan relasi penjualan yang juga tersebar di pasar Prawirotaman, Minten, Bantul, Giwangan dan pedagang kecil lain.

Dari TKP, ditemukan: (1) Tempat produksi dan alat berat pembuat mie, (2) Satu karung boraks sekitar 25 Kg, (3) Bahan baku pembuat mie, (4) Bleng Kristal merek jempol 9 dalam plastic ukuran 0,5 dan (5) Sisa penjualan mie sekitar 250 Kg.

“Jadi nanti kita akan kordinasi juga dengan BPOM DIY untuk mengetahui ambang batas maksimal yang terdapat dalam mie tersebut, jadi ini masih dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Ini benar-benar membahayakan, karena yang makan polisi semua ini. Jadi ternyata selama ini saya juga pernah makan”, tutur Nanang.

Nanang menambahkan bahwa Wagirah diancam UU Pangan No. 18 tahun 2012 Pasal 75 ayat 1 yaitu pidana paling lama lima tahun atau denda maksimal 10 milyar.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait