Kamis, 1 Desember 22

Penjaringan Cawalkot Bogor Ditutup, Kader Sukacita Bima Tak Daftar ke PDIP

Harapan para kader lawas PDI Perjuangan Kota Bogor agar petahana Bima Arya Sugiarto tidak menunggangi partainya sepertinya terealisasi. Hingga hari akhir penutupan penjaringan bakal calon (balon) kepala daerah, Bima Arya Sugiarto tidak mengikuti penjaringan Cawalkot Bogor lewat PDI Perjuangan.

Politisi asal Partai Amanat Nasional yang hanya memiliki raihan suara 28.923 suara (5.85%) di pemilu legislatif 2014 lalu, tidak mendaftar lewat PDI Perjuangan. Demikian juga dengan Wakil Walikota Usmar Harimar.

Informasi yang dihimpun media online ini dari Badan Pemenangan (BP) Pemilu, hingga hari penutupan penjaringan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Jalan Ahmad Yani II No4, Tanahsareal, dari 9 balon kepala daerah yang mendaftar, hanya 6 yang sudah mengembalikan formulir.

“Nama-nama yang mendaftar sebelumnya yakni Teddy Risandi (Ketua DPD Pospera Jabar), Sugeng Teguh Santoso (Advokat Senior), Kemal Salim (Budayawan), Arifin Hilmansyah (Tokoh Bogor/ Sekretaris Basolia), Erik Suganda (Ketua Kadin Kota Bogor), Dadang Iskandar Danubrata (Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor), Bagus Karyanegara (Politisi Partai Hanura) dan dua nama lainnya yang dirahasiakan,” kata anggota BP Pemilu PDI Perjuangan Kota Bogor, Lutfhi Awaludin kepada indeksberita.com, Rabu (6/6/2017).

Dari beberapa nama tersebut, sambungnya, yang sudah mengembalikan yakni Dadang Iskandar Danubrata, Teddy Risandi, Sugeng Teguh Santoso, Bagus Karyanegara , Arifin Himawan dan Erik Irawan Suganda.

“Selanjutnya, nama-nama tersebut akan diteruskan ke DPD PDI Perjuangan Jawa barat, dan kemudian berlanjut ke DPP PDI Perjuangan yang nantinya akan dilakukan survey,” tukasnya.

Menangapi tidak adanya nama Bima Arya mendaftar ke PDI Perjuangan Kota Bogor, kader lawas Deni Yusuf menyebut hal itu lebih baik.

“Kalau secara pribadi, saya tidak setuju dengan Bima Arya. Sebab, rekam jejak perjalanan Bima dan PAN di Kota Bogor selalu bersebrangan dan tak pernah seiring sejalan dimulai sejak pilpres lalu, Bima Arya menjadi ketua timses Prabowo-Hatta. Dan, lagi kenapa kita tidak pernah yakin dengan kader sendiri? PDI Perjuangan adalah partai pemenang di Kota Bogor dengan raihan suara 18 persen. Kita cuma butuh mitra dengan satu partai kecil saja, sudah mencukupi persyaratan 20 persen,” tandas pria yang juga menjabat di salah satu badan di DPD PDI Perjuangan Jabar.

Sementara, Direktur Eksekutif Jaringan Pengacara Publik (JPP), Maradang Hasoloan Sinaga saat dimintai komentar mengatakan, pilkada kali ini adalah pilkada rakyat, bukan pilkada survei.

“Menurut saya PDI Perjuangan harus yakin dengan kader sendiri, atau lakukan penyeleksian dengan mereka yang sudah mendaftar. Tidak perlu usung petahana. Jangan terjebak survey. Sebab, ini adalah pilkada yang nanti dipilih rakyat. Bukan pilkada menurut hasil survey,” ucapnya.

Sebelumnya, mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Rudi Harsa Tanaya juga memberikan pernyataan senada. Menurutnya, PDI Perjuangan sebagai partai yang sudah lama dihuninya tidak perlu mengusung politisi dari parpol lain, apalagi tidak ikut mendaftar.

“PDI Perjuangan punya banyak kader berkualitas. Jangan silau dengan petahana atau inkamben. Harus optimis, kita (PDI Perjuangan) bisa,” tandasnya.

Sebagai informasi, dari data perolehan suara Pileg 2014 Kota Bogor yang dikutip dari KPUD, PDI Perjuangan memimpin dengan perolehan suara terbanyak yakni 92.673 suara sah (18.75%), disusul Partai Golkar sebanyak 71.246 suara (14.41%), Gerindra sebanyak 56.686 (11.47%), PKS 56.732 suara (11.48%), PPP sebanyak 47.325 (9.57%), Partai Demokrat 47.083 (9.52%), PAN 28.923 (5.85%), Hanura 28.682 suara (5.80%), Nasdem 21.864 (4.42 %), PKB sebanyak 21.324 (4.31%), PBB 17.485 (3.54%) dan PKPI sebanyak 4.328 suara (0.885). Sementara, syarat yang diberlakukan untuk mengajukan pasangan di pilkada yakni minimal 20 persen atau 10 kursi di DPRD Kota Bogor.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait