Rabu, 6 Juli 22

Penggusuran Kampung Luar Batang Diprotes Gerakan Mahasiswa Komrad 98

“Pemprov DKI Jakarta terbukti tidak mengutamakan kepentingan rakyat di Kampung Luar Batang. Rakyat tidak diberikan kesempatan untuk berbicara, berdialog, atau berdiskusi dengan pemimpinnya mengenai kelangsungan hidup mereka. Alih-alih bertukar pendapat, Pemprov DKI Jakarta justru meluluhlantakkan rumah dan tanah yang telah menjadi bagian kehidupan rakyatnya. Pemprov DKI Jakarta sekali lagi menunjukkan arogansi kekuasaan dengan mengerahkan kekuatan bersenjata untuk menghadapi rakyat”

Fredy Tambunan yang mewakili gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Komrad 98 (Foto: Indeksberita.com)
Fredy Tambunan yang mewakili gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Komrad 98 (Foto: Indeksberita.com)

Demikian pernyataan Fredy Tambunan yang mewakili gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Komrad 98 kepada indeksberita.com berkaitan dengan protes mereka terhadap proses penggusuran yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta terhadap masyarakat di Kampung Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara.

Fredy lalu menjelaskan lagi:
“Tak ada yang menyangkal bahwa sebuah kota yang nyaman adalah sebentuk keinginan. Tetapi tak boleh disangkal bahwa eksistensi sebuah kota hanya bisa hadir dan terjaga oleh rakyat yang hidup dan menghidupinya. Rakyat menjadi unsur pertama dan utama bagi sebuah kota. Dalam hal ini, rakyat Jakarta adalah yang utama bagi Kota Jakarta

Komerad 98 adalah organisasi yang tidak hanya terdiri dari aktivis mahasiswa juga beranggotakan aktivis masyarakat, yang bertujuan untuk mengawal reformasi dan meningkatkan kualitas demokrasi yang sedang tumbuh di negeri ini.

Secara lengkap, mereka mengutarakan 4 pernyataan sikap berkaitan dengan penggusuran di Kampung Luar Batang, yaitu:

Pertama, mengutuk keras tindakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berserta aparatnya yang telah bertindak represif kepada rakyat Kampung Luar Batang.

Kedua, mengajak seluruh elemen rakyat untuk mengawasi setiap janji Pemprov DKI Jakarta atas tindakan relokasi Kampung Luar Batang.

Ketiga, melaporkan segala bentuk penyelewengan dan pengingkaran terhadap kompensasi yang akan diberikan kepada seluruh rakyat yang terkena imbas relokasi di Kampung Luar Batang.

Terakhir, mereka meminta agar Pemprov DKI Jakarta mengedepankan partisipasi masyarakat melalui dialog yang sederajat antara warga dan pemerintah demi terciptanya pembangunan perkotaan yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait