Rabu, 30 November 22

Peneguhan Sikap Warga Desa Singapadu Melolak Reklamasi Teluk Benoa

Gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa di tahun 2017 terus menggelora. Hal tersebut ditandai dengan penegasan sikap oleh berbagai komponen masyarakat baik dengan pendirian baliho maupun pengibaran bendera perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa. Penegasan sikap tolak reklamasi Teluk Benoa kali ini ditunjukkan oleh Warga Singpadu. Penegasan warga Desa Singapadu menolak Reklamasi, dengan mendirikan baliho di pertigaan Desa Singapadu.

Warga Singapadu. Menolak reklamasi melalui Forum Masyarakat Singapadu (FORMASI), yang sudah satu tahun mereka bentuk. FORMASI yang beranggotakan warga dari 3 wilayah di Singapadu yaitu Singapadu Kaja, Singapadu Tengah dan Singapadu Induk, kembali mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa dan pengibaran bendera perjuangan di pertigaan Desa Singapadu, pada hari Minggu, 30 April 2017. Ini sekaligus menjadi penanda satu tahun berdirinya Forum Masyarakat Singapadu yang terbentuk pada April 2016.

Bendera beserta baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa didirikan oleh FORMASI sepulang melaksanakan persembahyangan di Pura Puseh. Gusti Ngurah Bagus Chandra Prabanata, Koordinator FORMASI menyampaikan bahwa baliho yang mereka pasang dan bendera yang mereka kibarkan di pertigaan Desa Singapadu merupakan hasil iuran anggota FORMASI.

Pendirian baliho dan pengibaran bendera tersebut menandai semakin kokohnya sikap masyarakat Singapadu bersama elemen masyarakat lainnya di Bali akan terus berjuang membatalkan proyek reklamasi Teluk Benoa.

“Kami bersama masyarakat di daerah lainnya di Bali akan terus berjuang, bahu membahu bersama ForBALI dan Pasubayan Desa Adat. Kami takkan pernah lelah berjuang sampai proyek tersebut dibatalkan”, tegasnya.

Warga Singapadu tidak terkena dampak langsung dari reklamasi. Tetapi mereka sadar bahwa reklamasi Teluk Benoa jika dilaksanakan, akan berdampak buruk yang lebih besar bagi masyarakat di Pulau Bali secara keseluruhan. Hal tersebut dinyatakan oleh  Gede Ardianta, salah seorang anggota FORMASI.

“Walaupun kami berada di Bali bagian tengah yang tidak terdampak langsung dari proyek reklamasi Teluk Benoa tapi proyek tersebut akan memberikan dampak buruk yang lebih besar kepada Pulau Bali keseluruhan, untuk itu kami akan terus berjuang dan mengajak masyarakat lainnya mendukung perjuangan ini”, pungkas Gede.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait