Rabu, 30 November 22

Pendaftaran Bakal Calon Bupati PDIP Kabupaten Bogor, Tidak Dipungut Biaya

PDI Perjuangan Kabupaten Bogor tidak akan memungut biaya apapun kepada bakal calon (balon) kepala daerah atau wakil kepala daerah yang akan mendaftar Pilkada Bogor. Pendaftaran bakal calon bupati PDIP mulai dibuka pada tanggal 20 Mei mendatang, di sekretariat partai besutan Megawati Soekarnoputri, Jalan Tegar Beriman, Cibinong. Hal itu ditegaskan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Budi Sembiring.

“Disampaikan kepada siapapun yang akan mendaftar melalaui PDI Perjuangan, tidak ada pungutan apapun, alias gratis. Pendaftaran ini pun terbuka bagi siapapun yang berminat maju sebagai bakal calon kepala daerah,” tandas politisi yang akrab disapa Buser saat menggelar jumpa pers bersama jajaran pengurus partai, Senin (15/5/2017).

Masih menurutnya, balon kepala daerah atau wakil kepala daerah yang akan maju lewat PDI Perjuangan, wajib memiliki ideologi Pancasila dan siap menjadi benteng Pancasila di Kabupaten Bogor. Pembukaan pendaftaran akan dibuka tanggal 20 Mei dan berakhir 6 Juni 2017. PDI Perjuangan membuka tiga pintu bagi calon yang ingin maju lewat partai moncong putih ini.

“Bagi calon, bisa mendaftar ke DPC PDI Perjuangan di Kabupaten Bogor, atau bisa lewat kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat atau bisa lewat kantor DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak bangsa yang memiliki konsep memajukan wilayah Tegar Beriman untuk lima tahun kedepan,” lanjutnya.

Dalam konferensi pers di markas banteng moncong putih, disampaikan legislator DPRD Kabupaten Bogor, data calon akan diserahkan ke DPD untuk disaring. Nama yang lolos penjaringan ditingkat DPD, lalu diserahkan ke DPP untuk direkomendasi.

“Tanggal 30 Juni, calon yang diusung PDI Perjuangan untuk bertarung di Pilkada Kabupaten Bogor, sudah keluar. Siapapun yang direkomendasi, kami pasti satu garis komando. Kami kader PDI Perjuangan, adalah kader yang loyal dan taat pada Ketua Umum, ibu Megawati Soekarnoputri,”tandas Buser.

Pihaknya lanjut Buser, sudah melakukan komunikasi politik dengan Partai Golkar, Nasdem, Demokrat dan Hanura serta PPP.

“PDI Perjuangan hanya 7 kursi di DPRD Kabupaten Bogor. Artinya koalisi sudah pasti, karena kami kurang dua kursi. Politik itu dinamis. Sekarang sedang berproses,”katanya.

Buser yang juga anggota DPRD Kabupaten Bogor ini mengaku, kemungkinan politik identitas di Jakarta, akan terjadi di Kabupaten Bogor. Namun pihaknya sudah mengantisipasi, jika itu terjadi. Masyarakat Kabupaten Bogor, sudah sangat cerdas dan dewasa dalam menyikapi hal-hal semacam ini.

“Ada 16 wilayah di Jawa Barat yang ikut Pilkada serentak tanggal 24 Juni 2018, Kabupaten Bogor salah satunya. Selain itu, ada juga pemilihan Gubernur Jawa Barat,”tuntas Buser.

Saat gelar jumpa pers tersebut, hadir sejumlah pengurus DPC diantaranya Haryanto, Julianda Efendi, Ronald Mulia Sitorus, Rosenfield Panjaitan, Risman A M, Barkah, Halim Yohanes, Piner Sitorus, Ida Royani, Harsa Tanaya Rully, Saferinus Wahdi, Bayu Syahjohan, Andriyansah, Jhon Edi Saragih dan Ernawati. Selain itu, juga perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) atau kecamatan PDI Perjuangan Kabupaten Bogor.

- Advertisement -
Berita Terbaru
Berita Terkait